Repelita Jakarta - Pakar hukum senior Munarman menyampaikan pandangan tajam mengenai konstelasi kekuasaan pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bersama wakilnya.
Dalam analisisnya, ia mengaitkan struktur posisi kepemimpinan negara tersebut dengan dugaan kalkulasi politik yang dirancang oleh mantan kepala negara sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Menurut pandangan praktisi hukum tersebut, pembagian porsi kekuasaan yang ada saat ini memberikan keuntungan tersendiri bagi pihak wakil kepala negara dalam jangka panjang.
Itulah pintarnya Jokowi dan Gibran, Gibran jadi wapres, tapi yang tanggung jawab hukum dan politik ada pada Prabowo, ujar Munarman dalam tayangan YouTube Forum Keadilan Madilog yang dikutip pada 3 September 2026.
Lebih lanjut, ia mengamati adanya pergeseran pola dukungan dari kelompok-kelompok pendukung yang dulunya memenangkan pasangan kepala negara tersebut pada pemilu sebelumnya.
Sebagian simpul massa pendukung kini dikabarkan mulai memisahkan diri dan membentuk aliansi baru yang secara khusus berfokus untuk mendukung karier politik sang wakil presiden.
Pasca Pilpres, sejumlah organ relawan yang semula menyebut diri sebagai relawan keduanya membelah diri, sebagian berkumpul membentuk hanya menjadi relawannya Gibran, ujar Munarman.
Transformasi pergerakan dukungan akar rumput tersebut bahkan dilaporkan telah mengakar hingga struktur organisasi terbawah di berbagai daerah pelosok tanah air.
Ini menunjukkan begitu ambisiusnya Gibran untuk meraih kursi kepresidenan 2029, katanya menambahkan analisis terkait peta kekuatan politik mendatang.
Kendati demikian, ia menilai bahwa langkah lanjutan menuju kontestasi kepemimpinan nasional pada tahun-tahun mendatang masih harus memperhitungkan nasib pemimpin petahana saat ini.
Ia mempertanyakan apakah petahana tertinggi negara tersebut nantinya masih berminat untuk kembali maju bertarung dalam bursa pemilihan umum berikutnya.
Pertanyaannya bukan apakah dia bisa maju atau tidak, apakah Prabowo bisa melanjutkan bertarung lagi 2029, pertanyaannya kan begitu, tuturnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok