Berita, Timur Tengah

Misteri Ahmadinejad: Plot Barat Jadikan Dia Pemimpin Iran Pasca-Khamenei, Berujung Serangan Salah Sasaran dan Hilang Secara Misterius

Repelita.net

20 May 2026 22:09 WIB • 861 view

Misteri Ahmadinejad: Plot Barat Jadikan Dia Pemimpin Iran Pasca-Khamenei, Berujung Serangan Salah Sasaran dan Hilang Secara Misterius
Foto: Istimewa

Repelita [Teheran] - Rekam jejak kehidupan mantan kepala pemerintahan Iran Mahmoud Ahmadinejad mencuat kembali setelah dirinya dikabarkan sempat diplot oleh aliansi intelijen Barat untuk menduduki takhta kepemimpinan tertinggi negara mullah tersebut.

Skenario rahasia pembentukan rezim baru itu mengemuka usai tewasnya pemimpin spiritual tertinggi Ali Khamenei akibat gempuran militer masif yang dilancarkan oleh Amerika Serikat bersama sekutu utamanya di Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

Rencana pengalihan kekuasaan yang disusun rapi oleh pangkalan badan telik sandi asing tersebut awalnya menargetkan pembebasan sang mantan presiden dari status penahanan politik lewat operasi udara taktis.

Namun takdir berkata lain ketika operasi militer tersebut berujung kekacauan fatal akibat serangan udara yang justru menghantam kediaman pribadi sang tokoh di wilayah Narmak hingga menyebabkannya menderita luka fisik.

Insiden salah sasaran itu memicu kekecewaan mendalam bagi sang mantan presiden yang memilih menarik diri sepenuhnya dari panggung politik praktis serta menghilang secara misterius dari pandangan publik dunia.

Pilihan Barat menjatuhkan pilihan pada figur fundamentalis ini dinilai sangat kontradiktif mengingat rekam jejak kepemimpinannya pada medio dua ribu lima hingga dua ribu tiga belas dipenuhi dengan kebijakan anti-Zionis garis keras.

Meski jajaran internal Gedung Putih sempat meragukan kelayakan manuver politik tersebut, prioritas utama komando militer pimpinan Donald Trump dilaporkan tetap fokus pada penghancuran total infrastruktur pertahanan udara Iran.

Juru bicara eksekutif Washington Anna Kelly mengonfirmasi pencapaian operasional pasukannya dengan menjabarkan bahwa “Sejak awal, Presiden Trump telah menjelaskan tujuannya untuk Operasi Epic Fury, menghancurkan rudal balistik Iran, membongkar fasilitas produksinya, menenggelamkan angkatan lautnya, dan melemahkan proksinya,” secara transparan.

Lebih lanjut, perwakilan resmi pemerintah Amerika Serikat tersebut menegaskan langkah diplomasi tingkat tinggi yang tengah diupayakan pasukannya melalui pernyataan “Militer AS telah memenuhi atau melampaui semua tujuannya, dan sekarang, para negosiator kami sedang berupaya mencapai kesepakatan yang akan mengakhiri kemampuan nuklir Iran untuk selamanya,” sebagai target akhir.

Di sisi lain, perwakilan pimpinan pangkalan intelijen elit bersandi Mossad memilih menutup rapat informasi dan menolak memberikan pernyataan resmi apa pun terkait kegagalan operasi penyelamatan tokoh kontroversial tersebut.

Jauh sebelum terseret dalam pusaran konspirasi global, figur kelahiran desa Aradan tahun seribu sembilan ratus lima puluh enam ini dikenal luas oleh rakyatnya sebagai sosok pemimpin populis yang mengadopsi pola hidup sangat bersahaja.

Latar belakang keluarganya yang berasal dari golongan pekerja menempa sang tokoh menjadi pemuda yang aktif dalam pergerakan demonstrasi mahasiswa selama periode pergolakan Revolusi Islam pada akhir dekade tujuh puluhan.

Karier kepemimpinannya merangkak dari bawah mulai dari jabatan bupati, penasihat kementerian, gubernur provinsi baru, hingga akhirnya terpilih sebagai wali kota Teheran lewat sokongan partai konservatif yang mengusung jargon prorakyat.

Puncak karier politiknya tercapai pada pemilu dua ribu lima saat dirinya sukses menumbangkan dinasti politik rivalnya yang sarat isu suap melalui perolehan belasan juta suara pemilih domestik.

Perjalanan politik dua periode kepemimpinannya mulai goyah ketika dirinya terlibat friksi internal yang tajam dengan sang pemimpin agung terkait urusan pemecatan pejabat teras badan intelijen negara.

Ketegangan politik tersebut berujung pada pemanggilan resmi dirinya oleh majelis legislatif, yang sekaligus menandai pudarnya sokongan faksi elit hingga masa jabatannya resmi berakhir dan digantikan oleh Hassan Rouhani.

Pasca-pensiun dari kursi kepresidenan, manuver politiknya untuk kembali berlaga dalam bursa pemilu legislatif berikutnya dijegal oleh dewan pengawas pemilu hingga berujung pada tindakan penahanan rumah oleh otoritas keamanan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung