Berita, Timur Tengah

Merinding! Rakyat Iran Bentuk Rantai Manusia Hadapi Ancaman "Neraka" Trump

Repelita.net

08 April 2026 22:07 WIB • 1,096 view

Merinding! Rakyat Iran Bentuk Rantai Manusia Hadapi Ancaman "Neraka" Trump
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Pemandangan merinding terjadi di sejumlah kota Iran pada Selasa, 7 April 2026, ketika ratusan ribu warga bergandengan tangan membentuk rantai manusia di atas jembatan untuk menghadapi ancaman "neraka" dari Presiden AS Donald Trump.

Mereka bersiap menjadi perisai hidup setelah Trump berjanji akan menghancurkan setiap jembatan dan membakar setiap pembangkit listrik di Iran jika Teheran tidak membuka Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

Dalam rekaman video yang beredar luas, terlihat kerumunan warga berkumpul di Jembatan Putih di Ahvaz dan jembatan bersejarah di Dezful sambil membawa bendera Iran.

"Ini adalah bentuk perlawanan paling damai sekaligus paling berani yang pernah saya lihat," komentar seorang pengguna media sosial yang membagikan video tersebut.

Wakil Menteri Urusan Pemuda Iran, Alireza Rahimi, menjelaskan bahwa ide membentuk rantai manusia ini justru datang dari para pemuda universitas, seniman muda, dan organisasi pemuda.

"Aksi ini (perisai rantai manusia) dibentuk atas saran dari kaum muda itu sendiri. Sejumlah pemuda universitas, seniman muda, dan organisasi pemuda mengusulkan agar kita membentuk lingkaran manusia atau rantai manusia di sekitar pembangkit listrik negara," ujar Rahimi.

Seruan tersebut menggerakkan ratusan ribu orang termasuk atlet, seniman, dan mahasiswa untuk berkumpul di sekitar lokasi pembangkit listrik mulai pukul 14.00 waktu setempat.

Aksi heroik ini terjadi sekitar 13 jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Trump, di mana tagar #IranianShield menjadi trending topic di berbagai negara.

Seorang mahasiswa yang ikut dalam aksi di Jembatan Putih Ahvaz mengatakan, "Kami tidak takut mati. Kami takut jika tidak melakukan apa-apa. Rantai ini adalah pesan kami kepada dunia: kami akan melindungi tanah air kami, dengan cara apa pun."

Ketika jarum jam mendekati tenggat, Trump mengumumkan bahwa AS secara resmi menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu dengan syarat Iran membuka Selat Hormuz.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung