Berita, Nasional

MERDEKA BERSAMA PRESIDEN PEMBUAL: Kritik Pedas Pidato Presiden Soal Keuntungan Penggilingan Rp2 Triliun dan Upah Kupas Bawang

Repelita.net

18 August 2026 14:47 WIB • 488 view

MERDEKA BERSAMA PRESIDEN PEMBUAL: Kritik Pedas Pidato Presiden Soal Keuntungan Penggilingan Rp2 Triliun dan Upah Kupas Bawang
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Dua pernyataan teranyar yang disampikan oleh Presiden dalam kesempatan di Cilacap serta Jakarta memicu sorotan tajam publik terkait keakuratan data yang disajikan.

Pernyataan pertama menyoroti pengusaha penggilingan padi yang diklaim memperoleh keuntungan hingga Rp2 triliun setiap bulan, sedangkan pernyataan kedua membahas sosok Ibu Susanah yang dinamai mendapat upah mengupas bawang senilai Rp700 ribu per kilogram.

ADVERTISEMENT

Klaim perihal keuntungan fantastis bisnis beras tersebut menyertai janji penindakan tegas, namun belum disertai rincian identitas maupun lokasi usaha penggilingan yang dimaksud.

Ketiadaan bukti konkret berpotensi memunculkan beragam spekulasi di tengah masyarakat mengenai keabsahan informasi yang disampaikan.

Sementara itu, keterangan menyangkut Ibu Susanah turut memicu perdebatan luas di jejaring media sosial setelah latar belakang sosok yang diperkenalkan terkuak.

Perempuan yang dihadirkan di depan umum tersebut ternyata berprofesi sebagai penjahit dan merupakan keluarga penerima bantuan sosial, bukan pekerja pengupas bawang sebagaimana yang disampaikan.

Sejumlah pihak di ruang publik menyoroti kekeliruan data yang berulang ini serta mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap jajaran penyusun materi Presiden.

Selain dinamika data tersebut, berbagai program strategis seperti MBG, KMP, hingga arah kebijakan diplomasi luar negeri turut mendapat pengamatan kritis dari pemerhati politik.

Kritik juga dialamatkan pada rekam jejak penyampaian data pejabat publik dari periode sebelumnya yang dinilai kerap memicu polemik mengenai kesesuaian janji dan realisasi.

Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 disikapi oleh sebagian kalangan pemerhati bangsa sebagai momen evaluasi mendalam atas berbagai tantangan nasional.

Persoalan penegakan hukum, beban utang, tingkat pengangguran, hingga ketimpangan sosial menjadi isu utama yang disuarakan guna mendorong perbaikan tata kelola bernegara. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung