Berita, Nasional

Menyikapi Tudingan Operasi Politik Ijazah Jokowi, Ali Syarief: Sekarang Giliran Perlihatkan yang Asli

Repelita.net

18 October 2026 21:32 WIB • 103 view

Menyikapi Tudingan Operasi Politik Ijazah Jokowi, Ali Syarief: Sekarang Giliran Perlihatkan yang Asli
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Pengamat sekaligus kritikus, Ali Syarief, melontarkan tanggapan menohok untuk menyikapi argumentasi mantan Presiden Joko Widodo mengenai tuduhan adanya gerakan politik di balik polemik keabsahan berkas kelulusan sekolah.

ADVERTISEMENT

Persoalan ini terus bergulir di ranah publik dan turut menyeret nama putra sulungnya yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka.

Melalui unggahan di media sosial X miliknya, Ali Syarief mengingatkan khalayak luas agar tidak terkecoh oleh pernyataan yang dilayangkan oleh mantan kepala negara tersebut.

“Jangan terkecoh oleh pernyataan Jokowi; "yang menuduh itu harus membuktikan",” tulis akun @alisyarief pada hari Minggu, 18 Oktober 2026.

Ia berpendapat bahwa beberapa pihak yang mempermasalahkan keabsahan dokumen itu sesungguhnya telah memberikan bukti konkrit ke publik.

“Roy dan Tifa itu sudah membuktikan bahwa ijazah yang diunggah Dian Sandi itu palsu,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Ali Syarief menilai sekarang merupakan kesempatan bagi Joko Widodo untuk menunjukkan bukti fisik dokumen aslinya demi mematahkan segala spekulasi.

“Palsu dan asli ijazah tsb - kini giliran Jokowi untuk membantahnya dengan memperlihatkan ijazahnya,” ucap Ali Syarief.

Lebih lanjut, ia menegaskan harus ada konsekuensi hukum yang tegas bagi pihak yang terbukti bersalah dalam perkara keabsahan dokumen tersebut.

“Kalau asli, penjarakan Roy dan Tifa - Kalau palsu, Jokowi yang harus dipenjarakan!!!,” tegas Ali Syarief.

Sebelum isu ini meluas, Joko Widodo mengklaim bahwa polemik mengenai berkas kelulusan dirinya dan sang anak ditunggangi oleh pihak luar yang menjalankan gerakan politik tertentu.

Ia menyakini adanya upaya terstruktur yang ditujukan demi merusak citra serta reputasi politiknya di mata masyarakat.

“Iya kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi. Jadi menjadi ramai sekali,” kata Joko Widodo saat berada di Surakarta pada hari Jumat, 16 Oktober 2026.

Meskipun demikian, mantan presiden dua periode tersebut enggan membeberkan secara spesifik mengenai pihak yang disebutnya sebagai penyusup tersebut.

“Bisa saja memang sekali lagi operasi politik untuk men-downgrade reputasi politik seseorang,” jelas Joko Widodo.

Di sisi lain, pakar telematika Roy Suryo ikut menyanggah klaim adanya penyusup tak dikenal di balik gugatan berkas kelulusan Joko Widodo maupun Gibran Rakabuming Raka.

Menurutnya, seluruh pihak yang mengajukan keberatan memiliki identitas yang terang dan hanya menuntut transparansi dokumen asli dari ayah dan anak tersebut.

"Siapa yang penumpang gelap? Biasa kan, dia memang selalu bilang ada partai, ada orang, tetapi begitulah kita tahu sendiri karakter dia," ujar Roy Suryo di Jakarta pada hari Sabtu, 17 Oktober 2026.

Dirinya mendesak agar perdebatan panjang ini segera diselesaikan dengan cara menunjukkan dokumen yang dipermasalahkan tanpa perlu melempar opini lain.

“Tunjukkanlah ijazahnya. Dari dulu kita minta nunjukkan ijazahnya, nggak pernah ditunjukkan. Enggak usah bilang gelap. Penumpangnya ini penumpang jelas,” kata Roy Suryo.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung