Berita, Nasional

Mentan Amran: Pengkritik MBG Mungkin Tidak Pernah Merasakan Miskin

Repelita.net

08 April 2026 19:36 WIB • 1,005 view

Mentan Amran: Pengkritik MBG Mungkin Tidak Pernah Merasakan Miskin
Foto: Istimewa

Repelita Makassar - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) kerap muncul dari pihak yang tidak memahami kondisi masyarakat kurang mampu.

“MBG jangan dilihat berdiri sendiri. Ini penggerak ekonomi di desa, dari hortikultura, sayur-sayuran, hingga peternak ayam dan telur semuanya bergerak. Mungkin yang mengkritik tidak pernah merasakan miskin,” ujar Amran di Makassar pada Rabu (8/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan bahwa program yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu dirancang sebagai penggerak ekonomi dari sektor hulu hingga hilir, mulai dari hortikultura hingga peternakan.

Amran menekankan bahwa MBG merupakan investasi jangka panjang pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak yang rentan kekurangan gizi.

“Ini investasi untuk anak-cucu kita. Kita tidak boleh ego, karena masih banyak anak-anak yang kelaparan dan angka stunting kita masih di kisaran 21 persen,” tegasnya.

Program MBG juga diintegrasikan dengan Koperasi Desa atau Kelurahan (Kopdes) Merah Putih untuk memangkas rantai distribusi pangan dari petani langsung ke konsumen.

“Dari petani langsung ke koperasi desa, lalu ke konsumen. Rantai pasok yang dulu panjang bisa dipangkas, sehingga keuntungan lebih besar dinikmati petani dan masyarakat,” tutur Amran.

Sementara itu, pegiat media sosial Herwin Sudikta merespons temuan lembaga riset POREC yang menyebut sebagian besar manfaat program MBG justru mengalir ke kalangan elite.

“Publik menilai 88,5 persen manfaat MBG mengalir ke elit politik dan mitra dapur SPPG, sementara ke anak-anak cuma 6,5 persen,” ujar Herwin dikutip pada Senin (6/4/2026).

Herwin juga menyoroti lemahnya pengawasan dan transparansi dengan pernyataan “Anggaran gede, pengawasan lemah, transparansi abu-abu. Programnya buat gizi. Yang gemuk malah kepentingan.”(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung