Berita, Timur Tengah

Menlu Iran ungkap detik-detik selamat dari serangan AS-Israel yang tewaskan Khamenei, akui ada kebocoran intelijen

Repelita.net

23 July 2026 14:24 WIB • 2,748 view

Menlu Iran ungkap detik-detik selamat dari serangan AS-Israel yang tewaskan Khamenei, akui ada kebocoran intelijen
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, membeberkan kisah dramatis lolos dari maut saat agresi militer gabungan Washington serta Tel Aviv melanda kawasan tersebut pada awal Februari lalu.

Insiden pengeboman masif itu sekaligus merenggut nyawa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

ADVERTISEMENT

Kesaksian tersebut disampaikan sang diplomat senior lewat sesi wawancara terbuka bersama figur jurnalis lokal, Javad Mogouyi, yang ditayangkan secara daring pada hari Minggu.

Dalam rekaman perbincangan itu, Araghchi mengakui bahwa aliansi musuh memiliki jaringan intelijen bern tingkat tinggi yang sangat presisi dalam melacak keberadaan para elite penguasa Iran.

Akurasi informasi mata-mata tersebut membuat kekuatan penyerang mampu merangsek langsung ke jantung pertahanan serta pusat komando tinggi negara.

Ia selamat dari maut setelah sempat tertimbun material reruntuhan bangunan akibat hantaman rudal mematikan yang mengguncang kawasan kompleks kepemimpinan nasional.

Selepas berhasil menyelamatkan diri dari kepungan puing beton, ia terpaksa berpindah-pindah lokasi secara sembunyi-sembunyi menggunakan mobil seadanya demi menghindari gelombang gempuran susulan.

Kerentanan sistem pengamanan dalam negeri menjadi sorotan utama karena musuh mampu mendeteksi jadwal serta titik kumpul para pejabat tinggi secara tepat.

“Yang terpenting menurut saya adalah Israel mengetahui adanya pertemuan-pertemuan itu. Ini mungkin menunjukkan adanya celah keamanan yang kemungkinan masih ada. Hal itu harus memperbaiki," ucap Araghchi mengulas insiden kelam itu.

Bencana pengeboman bermula ketika dirinya tengah menyampaikan laporan rutin kepada Wakil Kepala Staf, yakni Ali Asghar Hijazi, di dalam gedung pemerintahan.

Hanya dalam tempo beberapa detik saja, tiga kali dentuman ledakan berdaya rusak masif langsung menghantam area kompleks tempat mereka bekerja.

Proyektil maut gelombang ketiga menghujam secara telak sektor gedung yang menjadi ruang kerja utama milik pejabat tinggi militer tersebut hingga hancur lebur.

Sekretaris pribadi yang mendampingi petinggi militer itu dikabarkan tewas di tempat kejadian perkara akibat hantaman material bangunan yang runtuh seketika.

Meskipun tertimbun tumpukan material beton berat, Araghchi bersama Hijazi berhasil lolos dari maut meski mengalami luka-luka akibat terjebak reruntuhan.

“Kami berada di sisi lain gedung. Setelah ledakan, langit-langit, dinding, semuanya runtuh menimpa kami," kenang sang menteri menceritakan detik-detik menegangkan tersebut.

Ia mengaku sempat menggenggam erat tangan rekan kerjanya sambil merangkak keluar menembus balok-balok beton di tengah guyuran air dari pipa yang pecah.

Setelah berhasil lolos dari maut, ia mendapati kendaraan dinasnya telah hancur total sehingga terpaksa menumpang mobil warga sipil menuju kantor kementerian.

Situasi darurat itu membuat komunikasi terputus total selama tiga hari berturut-turut demi memetakan daftar korban selamat maupun korban jiwa akibat serangan.

Pemerintah Iran akhirnya mengakui bahwa jaringan intelijen musuh berhasil mengendus agenda rapat penting yang berlangsung di sejumlah lembaga strategis negara.

Pertemuan rahasia tersebut antara lain dilangsungkan di kantor kementerian intelijen, dewan strategis kebijakan luar negeri, serta dewan pertahanan nasional.

Fakta tersebut menguatkan dugaan kuat ihwal adanya kebocoran data rahasia dari lingkaran internal pemerintah yang membahayakan keselamatan para pejabat tinggi.

Sebelum malapetaka itu pecah, ia mengaku sempat bersikap pesimistis terhadap prospek kelanjutan perundingan program atom yang melibatkan pihak barat.

Kendati demikian, jalur diplomasi tetap harus ditempuh meskipun peluang tercapainya kesepakatan damai sangat kecil demi menghindari tudingan negatif dunia internasional.

“Tidak seorang pun nantinya bisa mengatakan bahwa semua ini adalah kesalahan kami," ujarnya menegaskan alasan keterlibatan negaranya dalam meja perundingan.

Pemerintah Teheran sejatinya telah menyiapkan skenario darurat tingkat tinggi bernama sandi 'Code 110' guna menghadapi kemungkinan terburuk jika pemimpin tertinggi gugur.

Salah satu opsi paling ekstrem dalam protokol darurat tersebut mencakup kebijakan penutupan jalur pelayaran komersial minyak dunia di Selat Hormuz.

Pihak berwenang juga telah menyampaikan peringatan keras kepada negara-negara tetangga agar tidak membiarkan wilayahnya dipakai sebagai basis serangan terhadap infrastruktur energi Iran.

“Jika Israel menyerang fasilitas nuklir kami, kami akan menyerang milik mereka," tegasnya memperingatkan konsekuensi militer di kawasan.

“Rudal kami tidak dapat menjangkau Amerika, jadi kami akan menyerang pangkalan mereka yang sayangnya berada di negara-negara Anda," lanjutnya memperingatkan aliansi musuh.

“Jika mereka menyerang fasilitas minyak kami, kami akan memastikan tidak ada seorang pun di kawasan ini yang bisa menjual minyak," imbuhnya menegaskan ancaman blokade energi.

Kapasitas penangkalan militer dalam negeri diklaim mengalami lonjakan signifikan pasca gempuran udara masif yang dilancarkan pihak musuh pada tahun sebelumnya.

Durasi waktu yang diperlukan untuk mengoperasikan kembali pangkalan peluru kendali pasca pengeboman berhasil dipangkas secara drastis oleh satuan teknik militer.

Jika sebelumnya pemulihan pangkalan militer membutuhkan waktu hingga belasan jam, kini proses tersebut dapat diselesaikan dalam hitungan menit saja.

Menutup seluruh rangkaian wawancara eksklusif tersebut, ia menegaskan prinsip dasar pertahanan negara dalam menyikapi ancaman konflik bersenjata terbuka di kawasan.

“Kami tidak akan berperang kecuali biaya untuk tidak berperang lebih besar daripada biaya untuk berperang," pungkasnya menegaskan pendirian negaranya (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung