Berita, Nasional

Menko AHY Pimpin Konsultasi Bilateral dengan Rusia Guna Perkuat Kerja Sama Infrastruktur Maritim dan Logistik

Repelita.net

03 June 2026 17:39 WIB • 1,114 view

Menko AHY Pimpin Konsultasi Bilateral dengan Rusia Guna Perkuat Kerja Sama Infrastruktur Maritim dan Logistik
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Agenda konsultasi bilateral tingkat tinggi sukses digelar oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono bersama otoritas maritim Federasi Rusia di Moskow pada Senin (1/6/2026). Pertemuan diplomasi strategis yang dihadiri langsung oleh Nikolai Patrushev selaku penasihat kepresidenan Rusia tersebut membuahkan kesepakatan besar terkait tata kelola kelautan.

Kedua belah pihak berkomitmen mengoptimalkan rantai pasok logistik, konektivitas pelayaran, penyediaan fasilitas galangan kapal, serta program pemanfaatan komoditas perikanan secara berkesinambungan. Langkah ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan awal yang digagas oleh Kepala Negara Prabowo Subianto dan Vladimir Putin pada tahun lalu.

ADVERTISEMENT

“Hubungan kedua negara tidak lagi hanya bertumpu pada hubungan politik dan diplomatik, juga bergerak menuju kemitraan strategis yang lebih konkret dalam pembangunan ekonomi, konektivitas, teknologi, dan ketahanan wilayah,” ujar Menko AHY dalam keterangan yang dikutip Rabu (3/6/2026).

Mengingat kondisi geografis nusantara yang tersusun atas belasan ribu pulau, skema integrasi moda transportasi air menjadi kebutuhan mendesak bagi stabilitas domestik Indonesia. Oleh sebab itu, transfer teknologi serta pengalaman manajerial dari Rusia dinilai krusial guna mempercepat program kemandirian infrastruktur nasional.

“Pembangunan konektivitas tidak bisa hanya mengandalkan satu moda transportasi. Diperlukan keseimbangan dan kolaborasi antarmoda untuk memperkuat pemerataan pembangunan sekaligus menekan biaya logistik nasional,” kata Menko AHY menambahkan poin argumentasinya.

Guna memastikan setiap klausul perjanjian berjalan efektif, delegasi kedua negara sepakat membentuk tiga komite kerja yang akan berfokus pada ranah industri galangan, budi daya perikanan, hingga pelatihan sumber daya manusia. Kerja sama teknis juga telah menyentuh aspek riil melalui sinergi korporasi PT PAL Indonesia dengan entitas nuklir Rosatom terkait proyek Floating Nuclear Power Plant.

“Indonesia dan Rusia sama-sama dianugerahi geografi luar biasa. Kekayaan geografis ini bukan hanya warisan, juga tanggung jawab dan peluang untuk membangun masa depan bersama melalui ekonomi maritim yang berkelanjutan,” ujar Menko AHY menerangkan potensi kedua bangsa.

Selain proyek pembangkit listrik terapung, kerja sama manufaktur armada laut berkecepatan tinggi kini sedang digodok intensif oleh BUMN pelabuhan Pelindo bersama mitra dagang luar negeri CIFREX. Pemerintah Indonesia melalui kementerian teknis pun tengah menyiapkan regulasi untuk mengirimkan tenaga ahli galangan kapal lokal ke berbagai pusat industri di Rusia.

“Indonesia hadir dengan semangat kemitraan yang setara. Kami siap melangkah maju bersama Rusia menuju masa depan maritim yang lebih kuat, lebih hijau, dan lebih sejahtera bagi kedua bangsa,” tegas Menko AHY saat memberikan pernyataan penutup di hadapan media.

Rangkaian kesepakatan ini diharapkan mampu menekan tingginya biaya logistik nasional sekaligus mendongkrak daya saing ekonomi Indonesia di kancah global. “Setiap pencapaian besar selalu lahir dari satu langkah pertama. Kunci keberhasilan kerja sama ini terletak pada peran aktif kedua belah pihak. Karena itu, mari kita melangkah bersama dengan visi yang berani, kerja yang terukur, dan hasil yang nyata,” pungkas Menko AHY.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung