Berita, Nasional

Megawati Minta Kader PDIP Tak Takut Proses Hukum Dan Dicontohkan Pengalaman  Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam

Repelita.net

20 August 2026 00:20 WIB • 629 view

Megawati Minta Kader PDIP Tak Takut Proses Hukum Dan Dicontohkan Pengalaman   Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Instruksi tegas disampaikan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kepada jajaran kader partai agar bersikap berani serta kooperatif menghadapi proses penegakan hukum bila berada di pihak yang benar. Kesamaan kedudukan warga negara di mata hukum ditekankan sebagai prinsip utama yang wajib dijunjung tinggi.

Sikap pantang gentar tersebut dicontohkan Megawati melalui pengalaman pribadinya sewaktu berhadapan dengan aparat penegak hukum pada era Orde Baru.

ADVERTISEMENT

Kisah masa lalu tersebut dibagikan Megawati kala bertindak sebagai inspektur upacara peringatan HUT ke-81 RI di Sekolah Partai PDIP, Jakarta.

Presiden kelima Republik Indonesia ini membeberkan catatan riwayat dirinya yang pernah menjalani pemanggilan oleh instansi kepolisian maupun kejaksaan pada masa lalu.

"Saya dipanggil polisi tiga kali lho zaman Orde Baru. Bayangkan, saya datangi karena saya warga negara Indonesia yang baik,” kata Megawati di Jakarta Selatan.

Pengalaman berhadapan dengan penyidik Korps Adhyaksa yang memakan durasi pemeriksaan hingga larut malam turut dikenang kembali.

“Baru satu kali saya sudah datang ke kejaksaan. Aduh keren banget deh," ujarnya.

Sikap kooperatif ditunjukkan lantaran rasa percaya diri bahwa tidak ada pelanggaran maupun perbuatan melawan hukum yang dilakukannya.

Penegasan mengenai kewajiban pemenuhan panggilan aparat hukum disampaikan untuk seluruh pihak tanpa terkecuali sebagai ajang pembuktian integritas.

"Makanya bagi mereka yang dipanggil tuh mbok datang gitu lho. Wah tapi kan ada beberapa orang yang baru ini wah nggak mau datang,” ucap Megawati.

Langkah memenuhi proses hukum dinilai sebagai wadah nyata dalam mempertahankan nilai kebenaran serta membuktikan ketiadaan kesalahan.

“Tunjukkan dengan itu dia ada kebenaran, bahwa di situlah saya menegakkan kebenaran. Lah buktine saya nggak sama sekali," imbuhnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung