Repelita [Jakarta] - Ketegangan antara Teheran dan Washington kembali memuncak setelah Iran mengumumkan keberhasilannya melumpuhkan pesawat nirawak milik militer Amerika Serikat pada Minggu (31/5/2026).
Korps Garda Revolusi Islam Iran menuding armada udara jenis MQ-1 Predator tersebut telah melakukan pelanggaran batas wilayah dengan memasuki kedaulatan Iran secara ilegal.
ADVERTISEMENT
Pergerakan pesawat pengintai tersebut dilaporkan terdeteksi oleh radar pertahanan udara setempat, sebelum akhirnya dihancurkan dengan rudal pada dini hari.
Tindakan tegas militer Iran tersebut dipastikan sebagai upaya melindungi integritas perbatasan dan menjaga stabilitas keamanan nasional dari segala bentuk ancaman.
Saat ini, seluruh kekuatan pertahanan udara Iran telah diperintahkan untuk meningkatkan status siaga sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan eskalasi konflik di masa depan.
Pihak militer Iran menegaskan siap memberikan balasan lebih keras jika terjadi provokasi serupa di wilayah hukum mereka.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi maupun klarifikasi dari pihak pemerintah atau komando militer Amerika Serikat terkait peristiwa tersebut. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok