Berita, Nasional

Mantan Wakapolri Oegroseno Desak Kapolri Jenderal Suyudi Hapus Stigma Negatif Partai Coklat di Tubuh Polri

Repelita.net

02 October 2026 16:18 WIB • 95 view

Mantan Wakapolri Oegroseno Desak Kapolri Jenderal Suyudi Hapus Stigma Negatif Partai Coklat di Tubuh Polri
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pergantian pucuk pimpinan tertinggi di kepolisian negara Republik Indonesia resmi bergulir melalui upacara pelantikan pejabat baru oleh Presiden Prabowo Subianto.

Jabatan strategis kepala kepolisian negara kini secara sah diemban oleh Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

ADVERTISEMENT

Momen penting serah terima tanggung jawab kepemimpinan korps bhayangkara ini terlaksana tepat pada peringatan hari kesaktian pancasila yaitu tanggal 1 Oktober 2026.

Pergantian kepemimpinan ini memicu perhatian luas dari berbagai elemen publik termasuk dari kalangan senior purnawirawan kepolisian serta pakar multimedia nasional.

Melalui tayangan di kanal YouTube Langkah Update, mantan wakil kepala kepolisian Republik Indonesia Komjen Pol Purn Oegroseno bersama pakar telematika Roy Suryo memberikan analisis mendalam.

Para narasumber menitipkan harapan besar agar kepemimpinan jenderal baru dapat membawa perubahan positif serta meningkatkan kepercayaan publik secara signifikan.

Dalam pemaparannya yang diunggah pada 1 Oktober 2026, Oegroseno menyampaikan, "mudah-mudahan kepemimpinan Pak Jenderal Polisi Suy dapat membawa PORI yang benar-benar dicintai masyarakat betul jadi hal-hal yang kadang-kadang timbul kritik yang sinis terutama ya i I kalau dikritik sinis kita juga sebenarnya sakit betul iya i iniis dalam arti begini ee kenapa sih polisi itu ee ada polisi patung polisi yang pernah kita bicarakan waktu itu polisi tidur dan polisi terus ada Pak UG nah sekarang ada lagi misalnya Partai Coklat iya parcok itu ya iya saya banyak berharap ketika stigma yang negatif ini bisa harus hilang selama kepimpinan Pak Jenderal Suyudi nanti ke depan sehingga polisi kembali kepada polisi yang benar-benar dicintai rakyat baik yang paling tidak bisa mengimplementasikan karakter kepemimpinan Kapol Pak Hugeng Imam Santoso."

Mantan petinggi kepolisian itu menilai latar belakang sang jenderal yang sarat pengalaman di bidang reserse kriminal merupakan modal utama yang sangat baik.

Rekam jejak penegakan hukum tersebut diharapkan mampu menyelesaikan berbagai keluhan masyarakat terutama terkait penanganan laporan perkara di tingkat bawah.

Oegroseno menekankan pentingnya perbaikan sistem pelayanan agar setiap aduan yang masuk dari warga dapat diakomodasi dan disaring secara transparan serta profesional.

Terkait aspek pelayanan hukum tersebut, Oegroseno berpendapat, "seharusnya setiap laporan dari masyarakat dulu ya diterima saja betul diterima kemudian nanti ada filter I yang melihat apakah ini bisa dilanjutkan atau tidak nah kalau tidak bisa dilanjutkan kan nanti alasan-alasannya I alasan-alasan kan bisa dia SP2 HP kan gitu jadi bukan SP2P cukup cukup diberikan cukup diberitahukan persurat ini tidak bisa tidak lanjuti gitu jadi kalau lajunya kayak apa gitu ya gitu ya masyarakat yang datang ke kantor polisi ini kan sebetulnya dia tidak tahu tentang ada peraturan kepolisian peraturan ee kapori dan sebagainya mereka enggak tahu nih nah ini yangjelaskan adalah Polri."

Selain menyoroti reformasi pelayanan publik, komunikasi internal antara pejabat aktif dengan para senior purnawirawan juga menjadi poin evaluasi yang krusial.

Hubungan emosional dan perhatian moril terhadap para mantan anggota yang sedang mengalami kesulitan atau sakit dinilai perlu ditingkatkan kembali di masa depan.

Narasumber mengharapkan terjalinnya harmonisasi yang kuat mengingat para purnawirawan merupakan elemen yang posisinya paling dekat dan bersentuhan langsung dengan dinamika masyarakat.

Mengenai pentingnya menjaga hubungan emosional kelembagaan tersebut, Oegroseno menegaskan, "saya hanya berpesan tadi aja sebagai bangun komunikasi baik dengan masyarakat maupun dengan para purnawirawan karena para purnawirawan ini yang dekat dengan masyarakat betul dan saya rasa permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat lebih banyak yang ditampung oleh para pengawan iya arti yang bisa mendengar langsung iya mungkin bisa 2 bulan sekali 3 bulan sekali seperti itu."

Di sisi lain, Roy Suryo selaku pemandu diskusi turut memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan transisi kepemimpinan yang berjalan dengan damai.

Mantan menteri pemuda dan olahraga tersebut menilai sang jenderal baru memiliki tanggung jawab besar dalam mewujudkan ekspektasi tinggi dari seluruh lapisan masyarakat.

Jajaran kepolisian di bawah nakhoda baru diharapkan mampu menghapus segala bentuk sentimen negatif serta mengembalikan masa-masa kejayaan lembaga penegak hukum tersebut.

Menutup jalannya diskusi interaktif di ruang publik digital itu, Roy Suryo merangkum, "hari ini 1 Oktober ya tepat di hari kesaktian Pancasila insyaallah Indonesia akan memiliki pandangan cerah ya pandangan yang baru karena kita memiliki kepala kepolisian Republik Indonesia yang baru pengganti dari Pak Lestiosigit Prabowo yaitu Pak Suidi."(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung