Berita, Nasional

Mahfud MD Ungkap Nanik S Deyang Mundur Dari Kepala BGN Akibat Stres Dan Komplain SPPG

Repelita.net

23 July 2026 22:48 WIB • 717 view

Mahfud MD Ungkap Nanik S Deyang Mundur Dari Kepala BGN Akibat Stres Dan Komplain SPPG
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Ahli hukum tata negara membeberkan alasan di balik mundurnya pimpinan lembaga penyedia nutrisi nasional yang diduga mengalami tekanan mental berat.

Keputusan pengunduran diri pejabat tersebut disinyalir terjadi akibat rentetan keluhan bertubi-tubi dari unit pelayanan bawah.

ADVERTISEMENT

Informasi tersebut terungkap tatkala sang pakar hukum berbincang dalam program siniar digital milik pesohor ternama.

Perbincangan itu mulanya menyoroti perihal program pembagian makanan bergizi yang sempat meredup dari diskursus publik.

“Kasus MBG, kan udah seminggu ini hilang,” kata Mahfud.

Sang pemandu acara merespons bahwa isu tersebut mendadak kembali ramai diperbincangkan usai sang pejabat menyatakan mundur dari jabatannya.

“Karena sakit kan,” ujar Mahfud.

Pemandu acara tersebut lantas menambahkan bahwa gangguan kesehatan yang dialami pejabat bersangkutan dipicu oleh beban pikiran akibat banyaknya aduan operasional.

“Yah stres pasti,” kata Mahfud menimpali.

Sebelumnya, kabar perpisahan pejabat tinggi tersebut disampaikan langsung melalui akun media sosial pribadinya sebelum bertolak ke luar negeri pada Rabu (22/7/2026).

"Dengan berat hati akhirnya saya pamit kepada Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya. Ini bukan karena tidak percaya dokter-dokter hebat di Indonesia, tetapi untuk mendapatkan second opinion dan kebetulan ada teman yang merekomendasikan rumah sakit yang akan saya tuju," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, ia mengaku telah mengajukan permohonan pelepasan jabatan guna memfokuskan diri pada proses pemulihan fisik.

Kepala negara dikabarkan memahami situasi tersebut serta merestui pengunduran dirinya kendati tetap memintanya untuk mengawal jalannya badan negara tersebut.

"Presiden meminta saya tetap ikut mengawasi BGN. Kemungkinan akan dibentuk Dewan Pengawas dan saya diminta menjadi ketuanya. Kalau hanya memberikan masukan saya masih sanggup, yang penting tidak lagi berhubungan dengan pengelolaan keuangan," ungkapnya.

Meski tak lagi memegang kendali kepemimpinan, ia berikrar untuk terus mengawal kebijakan pemerintah terutama dalam menyukseskan program makan bergizi.

Ia menceritakan pengalamannya membersamai kepala negara selama belasan tahun yang membuatnya paham betul bahwa program tersebut murni bertujuan meningkatkan gizi anak.

"Program MBG benar-benar bertujuan melakukan intervensi gizi bagi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi emas Indonesia," katanya.

Dirinya turut menepis berbagai tudingan miring yang mengaitkan program prioritas tersebut dengan agenda politik pemilihan umum masa depan.

Berdasarkan catatannya, sebagian besar target penerima bantuan pangan ini masih berusia dini dan belum memiliki hak suara resmi.

Selain mendongkrak kualitas kesehatan anak, program ini dinilai membawa dampak positif bagi perekonomian sektor hulu seperti petani dan pedagang kecil.

"Saya tetap berjuang dan mendukung Pak Presiden yang saat ini sangat keras berupaya memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia. 14 tahun ikut beliau, saya tahu persis program MBG bukan untuk tujuan politis seperti yang dituduhkan orang, tapi sebagai program untuk benar-benar intervensi gizi anak -anak agar tumbuh menjadi generasi emas dan juga untuk menjaga kesehatan mereka," tegas wartawan senior itu (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung