Berita, Nasional

Mahfud MD Sebut Lemahnya Penegakan Hukum Dan Korupsi Merajalela Sebagai Ancaman Nyata Bagi Indonesia

Repelita.net

02 September 2026 22:36 WIB • 623 view

Mahfud MD Sebut Lemahnya Penegakan Hukum Dan Korupsi Merajalela Sebagai Ancaman Nyata Bagi Indonesia
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Tokoh nasional sekaligus mantan menteri senior menyoroti berbagai tantangan besar yang kini tengah membayangi perjalanan bangsa serta peran strategis organisasi keagamaan terbesar.

Pandangan mendalam tersebut diungkapkan secara langsung oleh Mahfud MD dalam suatu agenda forum resmi pertemuan akbar tingkat tinggi di wilayah Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

Melalui dokumentasi siaran yang dipublikasikan lewat saluran digital pribadinya, fokus perjuangan organisasi kemasyarakatan tersebut dinilai sudah mengalami pergeseran dari masa lampau.

"Tantangan NU ini untuk sekarang, kalau dalam konteks politik, NU dulu membangun penyadaran bahwa kita punya negara, dididik dulu, didakwahi dulu melalui pendidikan," ujar Mahfud MD.

Pihaknya menambahkan bahwa fondasi dasar mengenai eksistensi kedaulatan wilayah serta bentuk kedaulatan teritorial negara sudah rampung dan tidak lagi menjadi hambatan utama.

"Urusan kedaulatan negara, NKRI sudah selesai sekarang ini," jelasnya saat memaparkan evolusi tantangan zaman yang dihadapi umat dan bangsa.

Kendati persoalan kedaulatan telah tuntas, muncul ancaman baru yang dinilai jauh lebih berbahaya dan merusak sendi-sendi kehidupan bernegara secara sistematis.

"Tantangan kedua yang harus dihadapi dan mengancam Indonesia adalah lemahnya penegakan hukum dan korupsi yang merajalela," tuturnya.

Kehadiran organisasi keagamaan dengan basis massa masif tersebut dituntut untuk mengambil sikap tegas serta berpartisipasi aktif dalam membersihkan praktik penyelewengan kekuasaan.

Kegagalan dalam merespons persoalan krusial tersebut dikhawatirkan bakal meninggalkan noda kelam dalam catatan perjalanan sejarah bangsa di masa mendatang.

"Kalau NU tidak bisa mengatasi hal-hal seperti ini, jangan salahkan kalau suatu saat ditulis oleh sejarah," terangnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung