Repelita Jakarta - Kekecewaan mendalam diutarakan oleh mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan menanggapi terbongkarnya kasus dugaan penyelewengan dana darurat di lembaga penanggulangan bencana nasional.
Melalui sebuah unggahan di media sosial yang disiarkan ulang oleh saluran YouTube Tribun-Video.com, Mahfud MD menumpahkan rasa mirisnya lantaran alokasi dana bantuan darurat justru diduga diselewengkan oleh oknum internal lembaga tersebut.
ADVERTISEMENT
Tokoh hukum nasional itu memberikan reaksi keras terhadap peristiwa memilukan ini karena terjadi tepat di saat berbagai daerah di tanah air sedang berjuang menghadapi rentetan musibah alam.
Pernyataan keprihatinan mendalam tersebut secara terbuka diunggah melalui akun media sosial X pribadinya pada hari Rabu tanggal empat belas Oktober dua ribu dua puluh enam.
Mantan Menko Polhukam tersebut menilai bahwa kondisi penyimpangan moralitas penegakan hukum di institusi publik saat ini sudah berada dalam fase yang sangat mengkhawatirkan.
"Sedih banget ini. Bangsa kita sepertinya betul-betul sakit," tulis Mahfud MD dalam kutipan langsung di akun media sosial X miliknya.
Langkah penindakan hukum terhadap kasus penyelewengan anggaran ini telah resmi berjalan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi melaksanakan operasi tangkap tangan secara mendadak.
Institusi antirasuah tersebut kini sudah menetapkan lima orang oknum sebagai tersangka utama yang dinilai bertanggung jawab penuh atas praktik melanggar hukum di lingkungan badan negara itu.
Berdasarkan data penyidikan, salah satu dari lima orang tersangka yang diamankan tersebut diketahui merupakan saudara kandung dari Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto yang juga merangkap jabatan sebagai tenaga ahli instansi.
Pihak penegak hukum menegaskan komitmen penuh untuk memproses perkara penyelewengan dana ini secara objektif tanpa terpengaruh oleh faktor kekerabatan maupun posisi strategis dari relasi keluarga tersangka.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok