Berita, Nasional

Mahasiswa UNM Demo Tolak Program Makan Bergizi Gratis Masuk Kampus, Gambarkan Kondisi Republik Sedang Sekarat

Repelita.net

17 June 2026 22:54 WIB • 547 view

Mahasiswa UNM Demo Tolak Program Makan Bergizi Gratis Masuk Kampus, Gambarkan  Kondisi Republik Sedang Sekarat
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Universitas Negeri Makassar melakukan aksi unjuk rasa di Jalan AP Pettarani, Makassar, Rabu, 17 Juni 2026.

Massa yang memadati dua ruas jalan sejak sore hari tersebut menyampaikan sejumlah tuntutan mengenai kondisi perekonomian nasional.

ADVERTISEMENT

Mereka menyuarakan protes terkait pelemahan nilai tukar rupiah serta kenaikan harga bahan bakar minyak yang dinilai membebani masyarakat.

Selain itu, para pengunjuk rasa juga menolak kebijakan program Makan Bergizi Gratis yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Plt Presiden BEM UNM, Nur Intan Maharani Ilyas, menyebut bahwa kondisi Indonesia saat ini sedang berada dalam situasi yang kritis.

"Kawan-kawan yang tergabung di BEM UNM itu aksi untuk mengkampanyekan sebelum kita, setelah ini untuk memperkuat kembali basis massa internal kemudian akan ada aksi lanjutan," ujar Intan di lokasi aksi.

Intan menambahkan bahwa pihak BEM UNM secara tegas menolak rencana masuknya dapur program tersebut ke lingkungan kampus mereka.

"Kalau dari UNM, sudah menjadi isu yang kontra sejak MBG itu diredakan kemudian yang menjadi kemarahan mahasiswa adalah terdapat isu MBG akan masuk kampus," cetusnya.

"Kita tolak mulai dari hari ini," tegasnya kemudian.

Selain masalah tersebut, mahasiswa juga menyoroti adanya ekspansi militer dalam ruang sipil serta pengesahan RUU Polri dan RUU TNI.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menampilkan aksi teatrikal dengan menggunakan perban dan topeng bergambar Presiden serta Wakil Presiden.

"Teatrikal seperti grand isu dari pada kawan-kawan melihan kondisi bangsa hari ini itu ibartnya itu sudah sekarat yah," ungkap Intan.

Intan menilai bahwa kebijakan populis yang diterapkan pemerintah saat ini dianggap tidak memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat luas.

"Karena memang sudah banyak sekali kemudian program-program populis dari pemerintah yang sama sekali tidak berpengaruh signifikan kepada rakyat," jelasnya.

"Makanya kita mengibaratkan hari ini Republik itu sekarat," tandasnya.

Aksi tersebut akhirnya membubarkan diri dengan tertib setelah pihak kepolisian melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok



TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung