Berita, Nasional

LBH Muhammadiyah dan 40 Ormas Islam Siap Dampingi Ahmad Bahar Hadapi Hercules

Repelita.net

18 May 2026 21:24 WIB • 563 view

LBH Muhammadiyah dan 40 Ormas Islam Siap Dampingi Ahmad Bahar Hadapi Hercules
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Gerakan advokasi mulai digulirkan oleh Lembaga Bantuan Hukum Advokasi Publik Pimpinan Pusat Muhammadiyah demi menyikapi secara serius persoalan hukum yang saat ini tengah membelit kolumnis Ahmad Bahar.

Langkah taktis dari jajaran penasihat hukum persyarikatan tersebut mengemuka setelah munculnya laporan mengenai dugaan tindakan tekanan psikologis hingga penahanan sepihak terhadap buah hati sang penulis oleh oknum ormas tertentu.

ADVERTISEMENT

Menurut penjelasan dari Ketua Riset dan Advokasi Publik LBH AP PP Muhammadiyah, Gufroni, figur yang bersangkutan secara personal telah menyambangi markas pusat organisasi keagamaan tersebut demi memperoleh suaka hukum.

Kedatangan Ahmad Bahar di kantor sekretariat utama langsung disambut baik oleh jajaran pengurus dengan komitmen penuh untuk mengawal proses hukum demi menegakkan keadilan bagi korban yang terintimidasi.

“Memang hari ini pak Bahar sudah datang ke kantor PP Muhammadiyah dan sudah diterima staf kami di LBH AP PP Muhammadiyah,” ujar Gufroni kepada fajar.co.id, Senin 18 Mei 2026.

Tuntutan mendasar yang diajukan oleh sang sastrawan berfokus pada jaminan keselamatan diri serta asistensi yuridis yang komprehensif atas dinamika perselisihan yang sedang menderanya belakangan ini.

“Pada prinsipnya adalah beliau meminta pendampingan hukum atas kasus yang dialaminya,” tambah Gufroni mendalami perihal keluhan korban.

Dalam menuntaskan sengkarut sosial ini, barisan pengacara dari Muhammadiyah dipastikan tidak akan melangkah sendirian di atas panggung penegakan hukum nasional.

Pihak panitia advokasi telah merancang sebuah agenda konsolidasi berskala besar dengan mengundang perwakilan legal dari puluhan perserikatan Islam lainnya di tanah air.

“Dan, oleh karenanya kami besok akan mengadakan pertemuan dengan mengundang perwakilan dari LBH dari 40 ormas Islam,” tukasnya menjelaskan rencana aksi kolektif.

Rapat koordinasi lintas organisasi tersebut sengaja digelar demi menyusun kesepahaman bersama dan memformulasikan strategi benteng pertahanan hukum atas insiden yang dikategorikan sebagai pelanggaran serius.

“(Ini dilakukan) Untuk mengambil sikap atas persoalan yang dianggap serius ini,” Gufroni menuturkan latar belakang pergerakan tersebut.

Dibeberkan pula oleh Gufroni perihal motif utama dibalik keputusan merapatkan barisan dengan banyak aliansi pengacara muslim untuk mendampingi perkara Ahmad Bahar di meja hijau.

Faktor ketokohan dari lawan yang dihadapi yakni Rosario de Marshal atau yang akrab disapa Hercules dinilai memiliki jaringan pertemanan yang sangat luas dan memiliki legitimasi sosial yang cukup kuat.

“Nanti terkait dengan pendampingan hukum, memang rencananya akan melibatkan LBH dari Ormas Islam itu. Jadi tidak hanya dari LBH AP PP Muhammadiyah, karena mengingat orang yang kita hadapi ini memang dianggap punya pengaruh,” katanya.

Dirinya bahkan memberikan indikasi kuat mengenai adanya kedekatan relasi sang tokoh ormas dengan lingkaran elite pengambil kebijakan di level pemerintahan pusat.

“Terutama di kekuasaan,” imbuh Gufroni memberikan catatan khusus mengenai peta kekuatan lawan.

Mengenai kondisi mutakhir dari putra Ahmad Bahar yang sebelumnya diisukan sempat ditahan di markas komando GRIB Jaya, pihak LBH mengonfirmasi bahwa sang anak kini telah dilepaskan.

“Infonya sudah dipulangkan tadi malam (anak Ahmad Bahar),” kuncinya menceritakan perkembangan situasi korban di lapangan.

Sesuai nota undangan yang disebar, forum konsolidasi akbar bersama barisan penasihat hukum bentukan Aliansi 40 Ormas Islam dijadwalkan berlangsung pada hari Selasa, 19 Mei 2026 di Menteng, Jakarta Pusat.

Sebagai informasi pelengkap, akar konflik ini bermula dari respons keras Hercules terhadap pernyataan tokoh bangsa Amien Rais yang mengkritisi posisi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di lingkaran istana.

Mantan penguasa kawasan Tanah Abang yang merasa terusik dengan kritikan tajam tersebut langsung melontarkan serangan balik dan meminta mantan Ketua MPR itu untuk lebih menahan diri dalam berucap.

Melihat cara berkomunikasi yang dinilai kurang mengindahkan etika kesopanan, Ahmad Bahar kemudian mengunggah rekaman video melalui akun digitalnya guna memberikan nasehat terbuka kepada pimpinan GRIB Jaya tersebut.

“Sudahlah bung, jagoan itu ada masanya, dulu anda jagoan, dulu lu jagoan, sekarang jagoan bukan, jadi gak usah gitu juga kali ya, lagian juga gak sopan lah, orang tua kok dilawan, melawan kok orang tua,” ucap Ahmad Bahar dalam unggahannya.

Melalui pesan digital tersebut, sang penulis mengingatkan bahwa kekuatan fisik maupun pengaruh sosial seseorang pasti memiliki batas waktu kedaluwarsa dan akan menemui fase titik lemah pada waktunya.

“Melawan tuh yang lebih muda, ngajak ribut juga kepada yang muda, anda belum pernah kualat kayaknya, jadi apalagi lah yang anda cari, kekayaan sudah, popularitas sudah, kok masih mencari-cari lagi sih,” tambahnya memungkasi rekaman tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung