Repelita Jakarta - Perolehan predikat laporan keuangan berstatus Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP yang diraih oleh Badan Gizi Nasional dari lembaga pemeriksa mendadak memicu kontroversi hangat di ranah digital.
Informasi mengejutkan mengenai pencapaian laporan keuangan instansi tersebut pertama kali dibagikan lewat unggahan akun media sosial @zulhilmi.yahya yang dipublikasikan pada Minggu, 6 September 2026.
ADVERTISEMENT
Dalam naskah unggahan yang berhasil meraup ribuan tayangan tersebut, pengunggah menyoroti bagaimana penilaian positif dari Badan Pemeriksa Keuangan itu justru memantik keheranan banyak pihak.
Laporan keuangan BGN 2025 mendapat status WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) oleh BPK.
Status WTP dari BPK menandakan laporan keuangan disajikan secara wajar sesuai standar hukum dan akuntansi yang berlaku, tulis akun @zulhilmi.yahya.
Kendati demikian, opini audit tertinggi tersebut dinilai kontras dengan berbagai catatan permasalahan pengelolaan anggaran yang sempat mencuat di ruang publik pada masa kepengurusan sebelumnya.
Anggota DPR RI aja kaget dengan status WTP ini mengingat besarnya korupsi dan mark up yang terjadi di era Dadan Hindayana.
Pimpinan BGN yang baru juga mengaku kaget dengan status WTP ini, sambung akun @zulhilmi.yahya.
Ungkapan keheranan tersebut ditutup dengan sindiran menohok mengenai jurang pemisah antara realitas di tingkat elite pemerintahan dengan kondisi faktual yang dirasakan masyarakat awam.
Kalo mereka aja kaget, apalagi kita rakyat biasa yg ga punya SPPG, tutup akun @zulhilmi.yahya dalam unggahannya.
Sontak saja, muatan informasi kontroversial itu langsung dibanjiri beragam respons kritis dan komentar tajam dari para warganet di kolom balasan platform digital tersebut.
Akun @handisiara melontarkan pertanyaan mendasar mengenai kredibilitas proses audit yang dilakukan oleh institusi pemeriksa keuangan negara.
Yang harus jd tanda tanya bagaimana BPK sebagai auditor negara dapat memberikan opini WTP sedangkan rekam jejak BGN di lapangan sarat dgn manipulasi data pengunaan dana negara, tulis akun @handisiara.
Menanggapi komentar tersebut, sang pemilik akun @zulhilmi.yahya turut memberikan respons singkat untuk memperkuat argumen bernada keheranan itu.
Nah itu dia.
Aneh banget, balas akun @zulhilmi.yahya.
Nada geram juga disuarakan oleh akun @chaviofficial.id yang secara spontan mendesak agar lembaga penegak hukum turut menyelidiki pihak auditor yang menerbitkan laporan.
Tangkap dan periksa auditornya, seru akun @chaviofficial.id.
Pandangan serupa disampaikan oleh akun @wiwidseptiyardi yang berpendapat bahwa perolehan predikat tersebut bukanlah sesuatu yang sulit direkayasa di tengah karut-marut anggaran.
Fyi, untuk mendapatkan status WTP dari BPK itu sesuatu hal yang sangat mudah dilakukan meskipun banyak kasus korupsi atau penyalahgunaan anggaran didalamnya, jadi kalau BGN dapat WTP gak usah kagetlah, yang harusnya diaudit oleh masyarakat sebenernya BPK nya itu sendiri, papar akun @wiwidseptiyardi.
Candaan bernada sarkasme turut dilontarkan oleh akun @christantomojaher369 menanggapi situasi pelik di balik penilaian keuangan tersebut.
Ngak kasih WTP bisa barabe nih BPK 🤣🤣🤣 gedungnya disita buat dapur SPPG, tulis akun @christantomojaher369.
Celotehan tersebut langsung ditanggapi kembali oleh sang pengunggah konten @zulhilmi.yahya dengan nada gurauan satire.
Haha dipake buat apa ya bang kalo gedung BPK dipake BGN?, timpal akun @zulhilmi.yahya.
Kritik pedas lainnya datang dari akun @one.fullmoon yang membandingkan ketatnya pengawasan keuangan di tingkat daerah dengan instansi pusat.
Di Pemda aja gerot bener 😤, cetus akun @one.fullmoon.
Krisis kepercayaan publik terhadap institusi negara semakin ditegaskan oleh akun @did_you_ride_your_bike_today melalui komentar singkat bernada putus asa.
MASIH PERCAYA BPK...????
KIAMAT DEH.., tulis akun @did_you_ride_your_bike_today.
Kemarahan warganet memuncak pada dugaan adanya kompromi politik dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan yang ditujukan kepada jutaan warga negara.
Salutt sama BPK...saking nafsu menjilat si Wowo sampe laporan yg hrsnya dibuat jujur & bertanggung jawab kpd 250juta rakyat..mereka bikin seolah2 ngak ada masalahhh....cuma busa gedek lihat kelakuan kereka, kecam akun @zibachecr.
Sementara itu, usulan agar transparansi keuangan benar-benar teruji disampaikan oleh akun @celenganayam.id melalui jalur audit independen.
Kalau berani kasih auditor pihak ketiga, usul akun @celenganayam.id.
Diskursus publik tersebut ditutup dengan komentar singkat dari akun @akbar.mahesa25, @mas.eddy.902, serta @k_kopi99 yang menyoroti kejanggalan administratif.
ini yang perlu diperjelas sebenarnya status asetnya, tulis akun @akbar.mahesa25.
WTP biaa dipesen kok, timpal akun @mas.eddy.902.
Wkwkwkwk, tambah akun @k_kopi99.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads