Berita, Nasional

Laode Ida: Saya Tak Pernah Lihat JK Semarah Itu, Ini Soal Siri' Harga Diri

Repelita.net

23 April 2026 21:57 WIB • 817 view

Laode Ida: Saya Tak Pernah Lihat JK Semarah Itu, Ini Soal Siri' Harga Diri
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Laode Ida mengaku tidak pernah melihat Jusuf Kalla marah seperti yang ditunjukkan belakangan ini dalam merespons tuduhan fitnah yang dialamatkan kepadanya.

Dalam perbincangan di Podcast Madilog Forum Keadilan, Laode menggambarkan kemarahan JK sebagai sesuatu yang langka bahkan hampir tak pernah terlihat sepanjang interaksi publiknya selama ini.

ADVERTISEMENT

“Saya tidak pernah melihat JK semarah itu,” ujar Laode Ida menggambarkan ekspresi Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI yang dikenal sangat tenang.

Bagi Laode, kemarahan JK ini bukan sekadar emosi personal melainkan reaksi mendalam atas serangan terhadap “siri” yang merupakan harga diri dan kehormatan dalam tradisi Bugis-Makassar.

“Ini siri’,” tegas Laode menjelaskan akar dari kemarahan luar biasa yang ditunjukkan oleh tokoh asal Sulawesi Selatan tersebut.

Dalam budaya Bugis, siri adalah prinsip kehormatan yang sangat fundamental dan dijunjung tinggi bahkan melebihi kepentingan materi sekalipun.

Ketika siri dilukai, diam bukan lagi pilihan karena kehormatan seseorang telah dinodai secara terang-terangan di depan publik.

Laode menjelaskan bahwa JK selama ini dikenal sebagai sosok yang lebih sering meredam konflik daripada memicu atau memperpanjangnya.

Namun kali ini berbeda karena tuduhan yang dialamatkan kepada JK dinilai telah menyentuh inti dari martabat dan kehormatan dirinya sebagai manusia.

Dua relawan yang diduga dikaitkan dengan lingkaran Joko Widodo dilaporkan JK ke polisi atas dugaan penyebaran konten fitnah.

Menurut Laode, langkah hukum yang diambil JK adalah bentuk pembelaan diri atas harga diri yang telah dinodai secara sistematis oleh konten-konten provokatif.

Bukan tanpa alasan JK marah besar karena ia sudah difitnah berulang kali mulai dari tudingan di balik polemik ijazah palsu hingga penistaan agama.

Potongan video ceramahnya dipilih, dipilah, dikutip sebagian kecil, lalu disebarluaskan dengan framing tertentu yang menghilangkan konteks utuh.

Padahal dalam konteks lengkap, pernyataan JK tersebut lebih dekat pada analisis sosial tentang konflik horizontal di Ambon dan Poso.

Bukan sebagai doktrin teologis atau ajaran agama yang dimaksudkan untuk diikuti oleh umat seperti yang dituduhkan oleh para kreator konten.

Namun di ruang digital yang serba cepat, konteks utuh sering kali kalah populer oleh potongan video yang sengaja dipotong untuk memicu emosi.

Laode juga mengingatkan bahwa JK adalah tokoh dengan jejaring sosial dan kultural yang sangat besar terutama di kawasan timur Indonesia.

Jika kemarahan ini tidak dikelola dengan baik oleh para elite nasional, ia berpotensi memantik reaksi yang lebih luas dari pendukung dan simpatisan JK.

Sikap Presiden Prabowo Subianto dinilai sangat krusial karena diam bisa ditafsirkan sebagai pembiaran terhadap provokasi yang terus berulang.

Dalam tradisi Bugis, melukai siri seseorang berarti mengundang konsekuensi besar yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan permintaan maaf biasa.

Laode berharap para elite politik tidak hanya menjadi penonton pasif tetapi turun tangan untuk meredakan situasi sebelum eskalasi semakin meluas.

Yang jelas, ketika tokoh setenang Jusuf Kalla memilih bersuara keras dan menunjukkan kemarahan yang belum pernah dilihat sebelumnya, ada sesuatu yang tidak baik-baik saja.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung