Berita, Peristiwa

Kronologi siswi wakil ketua OSIS keracunan MBG, kini hilang ingatan padahal dulunya juara kelas

Repelita.net

08 September 2026 13:54 WIB • 934 view

Kronologi siswi wakil ketua OSIS keracunan MBG, kini hilang ingatan padahal dulunya juara kelas
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kronologi memilukan menimpa seorang siswi SMK asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara bernama Febiona Purba yang mengalami amnesia alias hilang ingatan usai diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Dampak serius dari insiden tersebut membuat remaja berusia 16 tahun itu harus menghadapi kondisi kesehatan yang memburuk secara drastis setelah sebelumnya dikenal sebagai anak berprestasi di sekolah.

ADVERTISEMENT

Keluarga korban mendadak syok berat karena sang buah hati yang dulunya merupakan juara kelas sekaligus Wakil Ketua OSIS kini harus berjuang melawan gangguan ingatan yang parah.

Ibunda Febiona yang bernama Elvinus Lusiana menuturkan bahwa peristiwa bermula ketika putrinya menyantap hidangan MBG di lingkungan SMK Bersama Berastagi pada tanggal 13 Agustus 2026.

Meskipun kondisi fisik awalnya sangat bugar, Febiona memutuskan untuk menghabiskan makanan tersebut yang menyajikan lauk berupa ikan tongkol karena rasa lapar sepulang belajar.

Namun Elvinus menyebutkan bahwa putrinya sempat merasakan kejanggalan pada sajian ikan tersebut karena mendapati cita rasa yang tidak biasa serta tekstur yang begitu keras.

Rasanya ikan tongkol di MBG pahit dan keras katanya. Tapi pikirnya kek gitu rasanya. Makan aja dia karena udah lapar.

Selepas menyantap hidangan itu, Febiona langsung merasakan pusing di kepala namun tetap berusaha bertahan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan belajar di sekolah hingga jam pelajaran usai.

Setibanya di kediaman mereka, kondisi tubuh korban semakin memburuk tatkala sekujur badannya mendadak terasa sangat gatal disertai reaksi muntah hebat usai meminum susu kesehatan.

Akibat tubuhnya yang sudah sangat lemas dan tidak berdaya untuk beraktivitas, pihak keluarga langsung melarikan Febiona menuju RSU Kabanjahe untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.

Korban sempat mengalami pingsan ketika perjalanan menuju rumah sakit sebelum akhirnya siuman tidak berselang lama setelah mendapatkan penanganan awal dari tim medis setempat.

Perjalanan pengobatan siswi malang tersebut ternyata harus melalui proses panjang karena ia sempat dipindahkan ke lima rumah sakit berbeda akibat komplikasi gejala yang terus berulang.

Setelah menjalani rawat inap selama tiga hari di RS Kabanjahe dan sempat diizinkan pulang, Febiona kembali mengalami serangan kejang hingga harus dilarikan ke RS Efarina Berastagi.

Dua hari berselang, ia kembali mendapat rujukan ke RSU Haji dan harus menjalani masa pemulihan intensif di sana selama satu pekan penuh sebelum akhirnya diperbolehkan rawat jalan.

Kendati sempat menjalani pengobatan jalan di RSUP Adam Malik, kondisi kesehatannya kembali drop pada tanggal 5 September 2026 akibat serangan kejang susulan yang mengharuskannya dirawat di RS Amanda.

Dampak keracunan yang menimpa korban tidak hanya merusak fisik tetapi juga memicu gangguan memori otak sehingga membuatnya kehilangan kemampuan mengenali orang-orang terdekatnya.

Menurut keterangan sang ibu, Febiona mendadak mengalami amnesia total hingga tidak lagi mampu mengenali teman-teman sekolah maupun para kerabat yang datang menjenguknya.

Contohnya keluarga, bibinya kalau datang, ini siapa. Kami kasih tahu lah, ini bibi. Adik-adiknya juga gitu. Kawan-kawannya datang pun gak kenal.

Selain kehilangan ingatan jangka pendek maupun panjang, cara bicara korban juga mengalami perubahan drastis akibat gangguan pada bagian rongga mulut dan lidahnya.

Lidahnya agak masuk ke dalam, sampai ngomong pun dia agak sulit ungkap Elvinus menggambarkan kepedihan melihat kondisi putrinya saat ini.

Guna memastikan penyebab pasti gangguan tersebut, pihak rumah sakit telah menerjunkan tim dokter ahli untuk melakukan serangkaian pemeriksaan medis secara menyeluruh terhadap korban.

Febiona kini telah menjalani pemeriksaan mendalam di bidang neurologi dan psikiatri serta serangkaian tes menggunakan alat electroencephalography atau EEG oleh tim medis.

Humas RSUP Haji Adam Malik Medan yakni Rosario Dorothy Simanjuntak turut mengonfirmasi bahwa korban juga akan segera menjalani pemeriksaan kejiwaan lanjutan guna mendalami kondisi kesehatannya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung