Berita, Viral Sosmed

Kritik Pedas MBG: Keracunan Jadi Rutinitas, Krisis Kepemimpinan BGN Dipertanyakan Usai Sudaryono Ditunjuk

Repelita.net

05 September 2026 16:06 WIB • 499 view

Kritik Pedas MBG: Keracunan Jadi Rutinitas, Krisis Kepemimpinan BGN Dipertanyakan Usai Sudaryono Ditunjuk
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sorotan tajam terhadap tata kelola program makanan bergizi gratis kembali disuarakan secara terbuka melalui platform media sosial oleh akun pengamat politik @Opposite6888.

Informasi tersebut dibagikan pada tanggal 5 September 2026 dan langsung memicu perbincangan luas di kalangan publik mengenai adanya kelemahan mendasar dalam sistem pelaksanaan program nasional tersebut.

ADVERTISEMENT

Dalam utas unggahannya, pemilik akun menyoroti rentetan insiden keracunan yang dinilai sudah menyerupai kejadian rutin tanpa adanya penanganan yang efektif dari lembaga berwenang.

Pernyataan tersebut menuliskan Program PS ini sering berujung bencana.

Padahal, hal yang sama tidak terjadi di program-program yang lain.

Bahkan ada yang mempertanyakan, mengapa makanan di penjara tidak pernah/jarang menimbulkan kasus keracunan ?.

Lebih lanjut, unggahan itu menguraikan perjalanan kepemimpinan di tubuh Badan Gizi Nasional yang dinilai kerap mengalami pergantian figur tanpa latar belakang keahlian gizi yang memadai.

Cuitan tersebut menjelaskan Dadan cs tersandung mega korupsi, lalu digantikan loyalis PS yaitu nenek Nanik.

Namun ia hanya menjabat selama 6 minggu, si nenek mengundurkan diri dengan alasan kesehatan.

Kita tidak tahu alasan sesungguhnya.

Namun seperti Dadan, Nanik juga bukan seorang ahli gizi.

Analisis mendalam mengenai besaran anggaran serta nilai strategis lembaga tersebut turut diungkapkan dalam rangkaian postingan yang sama secara terperinci.

Pernyataan itu menyebutkan BGN adalah lembaga yang mengelola dana APBN “terbesar” yaitu Rp. 268 triliun bahkan lebih besar dari anggaran pertahanan RI.

Sehingga, jabatan yang dipegang Sudaryono sekarang ini sesungguhnya adalah jabatan dengan nilai strategis yang sangat besar dari segi anggaran.

Permasalahan utama dari program tersebut dinilai berakar pada aspek struktural serta orientasi keuntungan para pelaku usaha yang terlibat di dalamnya.

Ulasan tersebut menegaskan Persoalan MBG adalah persoalan struktural.

Desain lembaga ini mendistribusikan kesejahteraan pada masyarakat lewat kontraktor swasta yang sesuai dengan misinya dan motif mereka adalah “untung rugi”.

Sehingga, tidak heran bila kasus keracunan makanan ini terus menerus terjadi karena problem utama MBG adalah “para pemburu rente”.

Sebagai penutup analisis kritisnya, pemilik akun menyimpulkan bahwa penunjukan figur loyalis tidak akan menyelesaikan akar permasalahan yang bersifat sistemik tersebut.

Cuitan itu menyatakan Jadi sesungguhnya PS sedang terjerat dalam jaring-jaring yang dia tenun sendiri.

Sudaryono bukan penyelesaian dan dia juga termasuk jaring yang ditenun oleh PS sendiri.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung