Berita, Nasional

Kritik Keras Mohammad Sobari: Penerbitan Buku Islam Ala Prabowo Merupakan Blunder Fatal dan Bunuh Diri Politik

Repelita.net

10 September 2026 22:44 WIB • 317 view

Kritik Keras Mohammad Sobari: Penerbitan Buku Islam Ala Prabowo Merupakan Blunder Fatal dan Bunuh Diri Politik
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Budayawan senior Mohammad Sobari melontarkan kritik keras terhadap penerbitan buku yang mengusung narasi keagamaan berkaitan dengan figur Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Pihaknya menilai bahwa peluncuran karya tulis tersebut merupakan sebuah langkah yang tidak tepat sasaran serta berpotensi mendatangkan kerugian politik ketimbang keuntungan bagi kepala negara.

ADVERTISEMENT

Ulasan mendalam mengenai polemik literatur kontroversial itu sebelumnya diunggah oleh akun @ForumKeadilanTV pada hari Kamis tanggal 10 bulan September tahun 2026.

Buku Islam ala Prabowo ini blunder atau bunuh diri bagi Prabowo dulu Prabowo diberitahu Pak kami akan menulis ini untuk kepentingan Bapak, ungkap Mohammad Sobari dalam diskusi publik yang disiarkan secara terbuka melalui platform digital tersebut.

Menurutnya, pencantuman identitas keagamaan secara spesifik terhadap pimpinan tertinggi eksekutif tersebut tidak memiliki korelasi yang kuat dengan rekam jejak maupun sepak terjang politik yang telah dibangun selama ini.

Prabowo tidak bisa diberi tempat sedemikian tinggi menjadi sesuatu yang berkaitan dengan Islam melebihi batas dan itu tidak bisa dipertanggungjawabkan sama sekali, tambahnya menegaskan pandangan kritisnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa sejumlah tokoh intelektual terkemuka maupun pemuka agama yang namanya dicatut sebagai kontributor dalam buku tersebut secara tegas telah memberikan klarifikasi penolakan.

Pengamat kebudayaan itu menyebutkan bahwa beberapa nama besar seperti pakar hukum tata negara hingga tokoh ulama terkemuka tidak pernah merasa dilibatkan ataupun memberikan sumbangsih tulisan.

Penulis-penulis ini bukan golongan intelektual saya tegas dalam soal ini karena mereka penulis-penulis itu saya tidak hafal, ujarnya menyoroti kredibilitas di balik penyusunan literatur kontroversial tersebut.

Sebagai solusi alternatif, ia menyarankan agar narasi pencitraan politik tokoh nasional sebaiknya diarahkan pada ranah universal seperti nilai kemanusiaan atau spiritualitas kebangsaan yang lebih luas.

Pendekatan kultural yang tidak berasaskan klaim keagamaan sempit dinilai jauh lebih elegan guna merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa harus memicu perdebatan di tengah publik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung