Berita, Nasional

Kritik Aksi Dukungan Makan Bergizi Gratis, Darmaningtyas Sebut Pengerahan Massa Hanya Kebodohan Rezim

Repelita.net

18 June 2026 20:47 WIB • 594 view

Kritik Aksi Dukungan Makan Bergizi Gratis, Darmaningtyas Sebut Pengerahan Massa Hanya Kebodohan Rezim
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Aksi unjuk rasa yang diklaim melibatkan puluhan ribu ibu rumah tangga dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai sorotan tajam dari kalangan pengamat kebijakan publik.

Kegiatan tersebut menjadi pusat perhatian karena berlangsung di tengah derasnya desakan dari berbagai pihak untuk melakukan evaluasi menyeluruh bahkan penghentian terhadap program nasional tersebut.

ADVERTISEMENT

Kritikus pendidikan, Darmaningtyas, menilai kemunculan massa yang secara terbuka memberikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah di saat krusial ini patut dipertanyakan validitasnya.

Menurutnya, demonstrasi semacam itu sama sekali tidak merefleksikan aspirasi yang tumbuh secara organik dari lapisan masyarakat bawah.

“Ini sebetulnya kebodohan rezim yang dipertontonkan,” ujar Darmaningtyas, Kamis, 18 Juni 2026.

Lebih jauh, ia meragukan keterlibatan emak-emak maupun elemen mahasiswa dalam aksi tersebut sebagai gerakan hati nurani, melainkan ada indikasi pengerahan oleh pihak tertentu.

“Awam pun tahu demo dukung MBG oleh emak-emak atau mahasiswa itu pastilah setingan penguasa, bukan suara hati nurani mereka,” tegasnya.

Meski begitu, ia tidak menepis kemungkinan bahwa dukungan tersebut datang dari orang-orang yang memang memiliki keterkaitan langsung dengan ekosistem anggaran program tersebut.

“Mungkin hati nurani orang-orang yang terlibat dalam program MBG,” tambah Darmaningtyas.

Sebelumnya, massa aksi yang didominasi ibu-ibu berpakaian serba putih memadati kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Rabu, 17 Juni 2026, untuk membela keberlanjutan program MBG.

Salah satu peserta aksi, Suhartini, mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut dianggap membantu meringankan beban orang tua karena anak-anak mendapatkan asupan makan di sekolah.

“Anak saya kebetulan jarang sarapan di rumah. Jadi dengan adanya program MBG ini, anak bisa langsung makan di sekolah bersama teman-temannya,” ungkap Suhartini.

Ia pun menyarankan agar pemerintah melakukan perbaikan variasi menu agar lebih disukai anak-anak tanpa menghilangkan esensi nilai gizi yang terkandung di dalamnya.

“Harapan saya ke depan menunya bisa lebih variatif dan praktis, seperti makanan kering, roti, burger, atau susu yang disukai anak-anak namun tetap terpenuhi nilai gizinya,” imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, peserta lain bernama Nur mengharapkan adanya pelibatan orang tua secara langsung dalam pengelolaan program agar menu yang disajikan lebih sesuai selera anak.

“Program ini sebenarnya sangat bagus karena anak-anak dapat makan gratis. Namun, akan lebih optimal lagi jika ke depannya ada skema di mana orang tua dilibatkan langsung dalam memasak atau mengelola anggarannya, agar menu yang disajikan bisa lebih sesuai dengan selera anak,” tutur Nur. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung