Berita, Nasional

Kongres HMI Mirip Kongres Partai, PB HMI Dipertanyakan

Repelita.net

17 September 2026 13:42 WIB • 193 view

Kongres HMI Mirip Kongres Partai, PB HMI Dipertanyakan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Diskusi di kanal YouTube Bang Syukur Mandar menyoroti dinamika Kongres HMI yang dinilai semakin menyerupai kongres partai politik sehingga memunculkan pertanyaan apakah PB HMI perlu dibenahi secara mendasar atau bahkan dibubarkan.

Host Rabia Putri memandu perbincangan bersama sejumlah narasumber alumni dan pengurus HMI termasuk Kepala Ombudsman RI Nusron Wahid yang pernah menjabat Sekretaris Jenderal PB HMI serta Prof Siti Zuhro yang pernah menjadi koordinator presidium KAHMI.

ADVERTISEMENT

Ketua Kohati PB HMI Tum Sri Meista dan tokoh alumni Mukhlis Tabetapi juga hadir memberikan pandangan terkait tantangan yang dihadapi organisasi mahasiswa Islam tertua di Indonesia menjelang kongres yang direncanakan akhir tahun ini.

Prof Siti Zuhro mengingatkan bahwa HMI didirikan pada 1947 hanya dua tahun setelah kemerdekaan Indonesia dengan tujuan membentuk insan cita yang akademis pencipta dan pengabdi dengan napas Islam yang sejati.

Ia menekankan bahwa saat ini bangsa sedang mengalami krisis etika krisis moralitas krisis integritas dan kejujuran sehingga kader HMI harus hadir secara nyata di berbagai cabang kekuasaan dengan dedikasi yang tulus bukan sekadar mengejar posisi.

Nusron Wahid menilai pengurus PB HMI saat ini lebih banyak membaca alamat pejabat ketimbang membaca buku sehingga dikhawatirkan para pendiri organisasi akan merasa malu melihat kondisi tersebut.

Ia mempertanyakan manfaat keberadaan PB HMI di luar urusan memecah cabang menandatangani SK pelantikan dan datang ke acara karena tidak terlihat kontribusi nyata lainnya bagi bangsa.

Mukhlis Tabetapi menegaskan bahwa tujuan berdirinya HMI dan Korps Alumni HMI adalah agar kader mampu berpikir sekaligus berzikir sehingga tidak tertipu menipu atau merampas sekaligus tidak mudah dirampas oleh pihak lain.

Tum Sri Meista menjelaskan bahwa komunikasi antar cabang dan badan otonom sudah mulai memanas dengan adanya konsolidasi menjelang kongres namun yang lebih penting adalah membahas tantangan substansial yang dihadapi HMI saat ini.

Para narasumber sepakat bahwa hierarki di internal HMI sangat kental hingga posisi duduk pun ditentukan oleh jabatan yang pernah dipegang sehingga suasana kongres terasa semakin berwarna seperti kongres partai bukan lagi sekadar hitam hijau.

Mereka mengingatkan bahwa rezeki berada di tangan Tuhan namun jika kader terus tidur maka Tuhan akan membiarkan sehingga diperlukan kader pelopor yang mampu duduk di posisi strategis dengan kemuliaan karena pengabdiannya.

Diskusi tersebut menggarisbawahi pentingnya menjaga ruh perjuangan HMI sebagai wadah intelektual dan kaderisasi bangsa agar tidak hilang di tengah dinamika kepentingan yang semakin kental menjelang kongres mendatang.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung