Berita, Nasional

Kolonel (Purn) Sri Radjasa: Polri Tak Peduli Jampidsus Febrie Dekat Dengan Hashim Djojohadikusumo...

Repelita.net

12 July 2026 20:40 WIB • 951 view

Kolonel (Purn) Sri Radjasa: Polri Tak Peduli Jampidsus Febrie Dekat Dengan Hashim Djojohadikusumo...
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang terkait pasokan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap periode 2018-2026 kini memasuki babak baru. Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi bersama Polda Metro Jaya bergerak serentak melakukan penggeledahan di tiga wilayah berbeda sejak Rabu, 8 Juli 2026, hingga Kamis dini hari. Lokasi yang disasar meliputi kafe de'Clan Signature, Koin Money Changer di Jakarta, serta sebuah rumah mewah di Sentul, Bogor.

Langkah hukum agresif kepolisian ini secara langsung menyeret nama Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Isu panas ini kemudian dibedah secara kritis oleh jurnalis senior Darmawan Sepriyossa bersama praktisi intelijen, Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra. Diskusi mendalam mengenai dinamika tersebut disiarkan melalui akun YouTube resmi Forum Keadilan TV dengan alamat tautan youtube.com.

ADVERTISEMENT

Dalam tayangan tersebut, Sri Radjasa secara blak-blakan menyebut adanya benturan kepentingan politik yang sangat kental di balik penetapan target penggeledahan. Ia menilai bahwa tindakan kepolisian ini merupakan bentuk serangan langsung ke jantung Kejaksaan Agung demi mengamputasi posisi politik Febrie. Langkah ini diambil lantaran orientasi loyalitas sang jaksa dinilai sudah mulai bergeser menjelang rencana pergantian Jaksa Agung.

Sri Radjasa mengaitkan tekanan hukum ini dengan kedekatan sang pejabat kejaksaan dengan tokoh-tokoh penting di pemerintahan baru. "Jampus yang hari ini sudah mulai bergeser orientasi loyalitasnya kepada Presiden nah semua ini karena apa karena ada kedekatan dengan Pak Hasyim Joyo Hadi Kusumo ketika sekarang sudah mendekati adanya ee rencana pergantian jaksa Agung," ujar Sri Radjasa. Kedekatan tersebut diduga memicu kekhawatiran dari kubu politik lama yang merasa kepentingannya terancam.

Berdasarkan analisisnya, Febrie merupakan sosok yang memegang banyak informasi krusial serta rekam jejak penegakan hukum yang sangat beringas dalam kasus kakap. Hal tersebut menjadikannya sebagai pesaing utama sekaligus ancaman bagi figur lain yang menginginkan kursi nomor satu di Kejaksaan Agung. Munculnya nama Jamintel yang dikabarkan mendapat dukungan dari elite politik lain semakin memperketat persaingan internal yang tidak solid tersebut.

Meskipun kepolisian mengklaim telah menemukan sejumlah barang bukti di kediaman serta kafe terkait, status hukum Febrie hingga saat ini masih belum diputuskan. Sri Radjasa mengindikasikan adanya proses tawar-menawar atau kompromi politik tingkat tinggi yang membuat penegakan hukum ini berjalan setengah hati. Hubungan erat Febrie dengan pimpinan militer serta Kementerian Pertahanan disebut menjadi salah satu faktor penahan penetapan status tersangka.

Publik pun diminta untuk terus mengawal pergerakan aparat penegak hukum ini agar tidak terjebak dalam sekadar manuver politik atau sandiwara ganti pemain semata. Menurutnya, jika kompromi elite tetap terjadi, maka harapan masyarakat untuk melihat pembersihan total terhadap mafia hukum sejati tidak akan pernah terwujud (*).

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung