Berita, Timur Tengah

Kepala Mossad Buka-bukaan: Operasi Israel di Jantung Teheran Terus Berlanjut, Targetkan Jatuhnya Rezim Iran

Repelita.net

15 April 2026 17:01 WIB • 1,051 view

Kepala Mossad Buka-bukaan: Operasi Israel di Jantung Teheran Terus Berlanjut, Targetkan Jatuhnya Rezim Iran
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Di tengah masa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, Kepala Mossad David Barnea secara terbuka menyatakan bahwa operasi intelijen Israel di jantung Teheran masih berlangsung dan tidak akan berhenti sampai rezim Iran tumbang .

“Berkali-kali kami memperingatkan tentang meningkatnya persenjataan rudal balistik yang diarahkan ke warga Israel, serta bahaya yang ditimbulkan oleh rezim Iran,” ujar Barnea dalam pidatonya pada upacara peringatan Holocaust di Yerusalem, Selasa (14/4/2026) .

ADVERTISEMENT

Ia mengungkapkan bahwa Mossad kembali beroperasi di jantung Teheran selama kampanye militer gabungan AS-Israel, memberikan intelijen presisi kepada Angkatan Udara untuk menghancurkan rudal-rudal yang mengancam Israel .

"Misi kami belum selesai. Kami tidak mengira misi ini akan selesai segera setelah pertempuran mereda. Kami merencanakan untuk terus melanjutkannya, dan ini akan terwujud bahkan setelah masa serangan terhadap Teheran berakhir," tegas Barnea .

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang kepala Mossad secara terbuka membahas peran agensinya dalam upaya perubahan rezim, dengan Barnea menyatakan bahwa kewajiban mereka akan selesai hanya setelah rezim ekstremis yang ingin menghancurkan Israel tersebut digantikan .

"Rezim yang ingin menghancurkan kita harus lenyap dari dunia," ujar Barnea, seraya menegaskan bahwa Mossad tidak akan tinggal diam menghadapi ancaman eksistensial lainnya .

Pernyataan ini muncul di tengah upaya negosiasi yang ditengahi Pakistan antara AS dan Iran, serta hanya beberapa hari sebelum gencatan senjata berakhir pada 21 April 2026 .

Sebelumnya, Financial Times melaporkan bahwa Mossad telah meretas hampir seluruh kamera lalu lintas Teheran selama bertahun-tahun untuk melacak gerak-gerik Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan petinggi lainnya .

"Kami mengenal Teheran seperti kami mengenal Yerusalem," ujar seorang pejabat intelijen Israel kepada Financial Times terkait operasi tersebut .

Selain meretas sistem kamera lalu lintas, Israel juga dilaporkan meretas aplikasi doa populer BadeSaba yang digunakan oleh lebih dari 10 juta pengguna di Iran untuk menyebarkan pesan psikologis yang menyerukan pembelotan militer .

Pernyataan Barnea ini sekaligus menepis kritik yang menuding Mossad gagal mencapai tujuannya, karena menurutnya perubahan rezim adalah proses jangka panjang yang tidak bisa diselesaikan hanya melalui kemenangan militer di medan perang .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung