Berita, Nasional

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mundur Usai Alami Sakit Jantung dan Trauma Kelola Anggaran Triliunan

Repelita.net

22 July 2026 23:57 WIB • 797 view

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mundur Usai Alami Sakit Jantung dan Trauma Kelola Anggaran Triliunan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pimpinan lembaga pengelola program makan bergizi nasional memutuskan meletakkan jabatannya lantaran kondisi kesehatan fisik yang memburuk akibat tekanan mental yang teramat berat.

Keputusan pengunduran diri tersebut telah disampaikan secara langsung kepada kepala negara dengan alasan mendesak untuk menjalani proses pengobatan medis ke luar negeri pada hari Rabu, 22 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

Permohonan tersebut akhirnya dikabulkan oleh pimpinan tertinggi pemerintahan setelah dirinya mengaku mengalami gangguan fungsi jantung yang dipicu oleh beban kerja berlebih.

Sebelum mengumumkan pengunduran dirinya, ia sempat mencurahkan isi hatinya melalui akun media sosial Facebook pribadinya pada hari Selasa, 21 Juli 2026.

Menurut dokter saya ada sumbatan di arteri jantung yg selain karena kolesterol tinggi, juga dipicu juga oleh stres yg luar biasa! Saya saat ini memimpin lembaga yang semua orang mencibir karena semua taulah..., jadi bisa dibayangkan ancurnya, tulisnya.

Pengelolaan dana triliunan rupiah di lembaga tersebut meninggalkan trauma mendalam bagi dirinya hingga membuatnya sering mengalami kesulitan beristirahat di malam hari.

Soal membereskan mungkin meski berat saya masih bisa atasi, tapi memegang anggaran besar itu yg membuat saya trauma akut.

Saya sampai gak bisa tidur kalau ingat ini duit negara, duit rakyat harus benar dijalankan dan tidak boleh saya kecolongan, bebernya.

Besarnya tanggung jawab finansial negara membuatnya merasa seolah-olah sedang berpijak di atas bibir tebing curam yang setiap saat mengancam keselamatan kariernya.

Saking ketatnya pengawasan internal yang diterapkan, setiap kali hendak membubuhkan pengesahan dokumen, ia selalu meminta kehadiran para wakil pimpinan untuk mendampinginya.

Saking takutnya saya memegang anggaran besar, sampai tanda tangan apapun saya tidak mau sendiri harus dua Waka ikut paraf, baru saya mau tanda tangan, jelasnya.

Tekanan psikologis yang hebat itu membuat kondisi fisiknya ambruk total setiap kali dihadapkan pada tumpukan berkas keuangan negara.

Setiap kebijakan saya tanya berulang-ulang.

Bahkan kalau Sepri saya bawa tumpukan dokumen saya sudah parno duluan dan badan panas-dingin, akibatnya saya ambrukkkk, bebernya.

Kini estafet kepemimpinan lembaga tersebut resmi diserahkan sepenuhnya kepada dua wakil pimpinan yang mendampinginya selama ini.(*).

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung