Berita, Peristiwa

Kenapa Gempa Susulan di NTT Terus Terjadi Berkali-kali? Ini Penjelasan Ilmiah BMKG dan USGS

Repelita.net

18 August 2026 15:00 WIB • 621 view

Kenapa Gempa Susulan di NTT Terus Terjadi Berkali-kali? Ini Penjelasan Ilmiah BMKG dan USGS
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Gelombang gempa susulan yang terus beruntun melanda wilayah Flores, NTT beserta daerah sekitarnya menjadi perhatian khalayak usai guncangan gempa utama bermagnitudo 7,7 mengguncang kawasan tersebut.

Pusat data mencatat sebanyak 2.119 kali fenomena gempa susulan telah terjadi di wilayah NTT terhitung sejak Sabtu, 15 Agustus 2026 hingga Selasa, 18 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan penjelasan mantan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono Perwira Sakti, terdapat 70 guncangan di antara ribuan getaran susulan tersebut yang getarannya dirasakan secara nyata oleh warga.

Kondisi guncangan berulang yang tak kunjung mereda memicu kekhawatiran warga hingga banyak penduduk memilih bertahan di luar ruangan dan enggan kembali ke dalam rumah.

Picu utama yang menyebabkan gempa susulan dapat berlangsung berkali-kali dalam frekuensi tinggi pascamagnitudo 7,7 tersebut adalah keberadaan sumber gempa utama yang tergolong jenis gempa dangkal.

Ditinjau dari mekanismenya, peristiwa tektonik ini dipicu oleh pergerakan aktif sesar back arc thrust dengan karakteristik patahan naik yang melepaskan akumulasi energi sekaligus memicu penyesuaian tegangan batuan secara bertahap.

Dalam konteks dinamika geologi, kemunculan rangkaian gempa susulan merupakan hal yang lazim terjadi guna mengiringi pelepasan energi utama dalam suatu urutan kejadian tektonik.

Sebagaimana dipaparkan oleh United States Geological Survey (USGS), gempa susulan atau aftershock merupakan rentetan getaran susulan yang mengekor gempa utama dalam satu kesatuan proses.

Durasi berlangsungnya gempa susulan ini dapat membentang dalam hitungan pekan, bulan, atau bahkan tahun sampai tingkat kerapatan serta intensitas getarannya menyusut secara bertahap.

Saat gempa utama meluncurkan energi besar, sebagian tumpukan beban pada patahan lempeng terdistribusi ke batuan di sekitarnya sehingga memicu penambahan tekanan berupa dorongan maupun tarikan.

Batuan di sekitar zona patahan yang tidak lagi sanggup menahan tumpukan energi tersebut akhirnya pecah dan memicu letupan energi baru sebagai gempa susulan.

Besaran skala magnitudo gempa utama berbanding lurus dengan gempa susulan, di mana makin kuat guncangan awal maka makin banyak, lama, dan bervariasi rangkaian gempa susulan yang tercipta.

Fenomena aftershock beruntun ini pada hakikatnya merupakan mekanisme alamiah penataan ulang dalam skala kecil di sepanjang zona sesar yang mengalami pergeseran saat gempa utama terjadi. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung