Repelita [Jakarta] - Keputusan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan yang tidak melakukan penahanan terhadap Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma dalam kasus dugaan pencemaran nama baik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo menuai sorotan tajam.
Praktisi hukum, Ferdinand Hutahaean, menyoroti keputusan tersebut karena dianggap menimbulkan keraguan publik mengenai konsistensi aparat dalam menegakkan aturan hukum yang berlaku.
ADVERTISEMENT
"Tadi saya dapat informasi memang Roy dan Tifa tidak ditahan Kejari Jakarta Selatan," ungkap Ferdinand saat menanggapi kebijakan tersebut, Senin (22/6/2026).
Menurut Ferdinand, kebijakan ini memiliki dua sisi yang kontradiktif bagi masyarakat luas.
"Ada dua sisi, pertama memang ada bagusnya mereka tidak ditahan supaya rasa keadilan bagi semua pihak bisa terpenuhi," ucapnya.
Namun di sisi lain, ia menilai langkah tersebut cenderung menempatkan aspek politik di atas kepentingan penegakan hukum yang objektif.
"Tetapi dengan tidak ditahannya mereka, kesannya bahwa perkara ini seperti mainan," tutur Ferdinand.
"Jadi terlalu tinggi nilai politisnya daripada nilai penegakan hukumnya," tambahnya.
Ferdinand menekankan pentingnya transparansi dari seluruh pihak, mulai dari pelapor, penyidik, hingga penuntut, untuk mengakhiri polemik yang berlarut-larut ini.
"Kita sih berharap semua serius dalam menyelesaikan perkara ini, termasuk Jokowi, penyidik, maupun penuntut," timpalnya.
Ia pun menduga bahwa munculnya keraguan dari aparat sendiri terhadap substansi perkara ijazah tersebut menjadi alasan di balik keputusan tidak menahan para tersangka.
"Jadi kesannya bahwa semua pihak tidak yakin ijazah itu asli," imbuhnya.
Dirinya membandingkan perkara ini dengan kasus lain yang memiliki ancaman hukuman serupa namun tetap berujung pada penahanan tersangka.
"Kalau yakin itu asli, saya pikir proses hukumnya akan berjalan seperti layaknya, seperti selama ini kasus apa perkara yang ancaman hukumannya di atas lima tahun yah ditahan. Ini kan tidak," jelasnya.
Situasi ini, lanjut Ferdinand, justru memperkuat keraguan pribadinya mengenai keabsahan ijazah yang selama ini menjadi pangkal masalah.
"Akhirnya memunculkan tanda tanya di kita. Saya pribadi semakin ragu soal kebenaran ijazah Jokowi itu loh," tutupnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok