Berita, Timur Tengah

"Kejahatan Perang dan Penodaan Budaya" – Foto Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus Tuai Kecaman Keras

Repelita.net

20 April 2026 21:49 WIB • 982 view

"Kejahatan Perang dan Penodaan Budaya" – Foto Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus Tuai Kecaman Keras
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah foto viral yang menampilkan seorang tentara Israel menghancurkan patung Yesus Kristus di desa Deir Siryan, Lebanon selatan, telah memicu kemarahan publik global.

Foto tersebut pertama kali diunggah oleh jurnalis Palestina Younis Tirawi di platform X pada Minggu (19/4/2026), menunjukkan seorang tentara menggunakan palu besar untuk memecahkan kepala patung.

ADVERTISEMENT

Dalam keterangan unggahannya, Tirawi menyebut tentara itu berasal dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang sedang beroperasi di Lebanon selatan, meskipun tidak diketahui kapan tepatnya foto itu diambil.

“Kami akan menunggu untuk mendengar juru bicara polisi mengklaim bahwa ‘tentara itu merasa terancam oleh Yesus’," komentar Ayman Odeh, anggota parlemen Israel (Knesset) dari Palestina, di media sosial.

Ahmad Tibi, anggota Knesset Palestina lainnya, menulis di Facebook bahwa mereka yang meledakkan masjid dan gereja di Gaza tanpa hukuman tidak akan takut menghancurkan patung Yesus.

“Mungkin para rasis ini juga belajar dari Donald Trump untuk menghina Yesus Kristus dan menghina Paus Leo?” ujarnya.

Ia merujuk pada kontroversi terbaru presiden AS tersebut, termasuk gambar AI yang menggambarkan dirinya mirip Yesus, serta perseteruannya dengan pemimpin Gereja Katolik Roma.

Mantan anggota Kongres AS, Marjorie Taylor Greene, turut mengecam kabar tersebut seraya mempertanyakan status Israel sebagai sekutu terbesar AS.

Ia menyoroti bahwa Israel menerima miliaran dolar dana pajak dan senjata dari Amerika Serikat setiap tahunnya.

Sementara itu, komentator sayap kanan yang juga mantan anggota Kongres, Matt Gaetz, menyebut apa yang dilakukan oleh militer Israel itu mengerikan.

"Tentara Israel telah mengunggah foto kejahatan perang dan penodaan budaya mereka selama 2,5 tahun berturut-turut tanpa henti," kata Ryan Grim, seorang tokoh media terkemuka di AS.

Militer Israel telah mengonfirmasi keaslian foto tersebut dalam pernyataan resmi pada Senin (20/4/2026).

Mereka mengakui bahwa tindakan itu tidak sejalan dengan nilai-nilai militer maupun perilaku yang diharapkan dari para tentaranya.

Pihaknya menambahkan bahwa penyelidikan internal telah diluncurkan dan tindakan tepat akan diambil terhadap mereka yang terlibat.

Pasukan Israel sebelumnya telah berulang kali menyerang situs-situs keagamaan, termasuk masjid dan gereja, selama perang genosida di Gaza yang meletus pada Oktober 2023.

Menurut Kementerian Agama Otoritas Palestina, para pemukim Israel merusak atau menyerang 45 masjid di Tepi Barat yang diduduki sepanjang tahun 2025.

Secara terpisah, Pusat Data Kebebasan Beragama (RFDC) mendokumentasikan sedikitnya 201 insiden kekerasan terhadap umat Kristen.

Sebagian besar insiden tersebut terjadi di Kota Tua Yerusalem, yang berada di wilayah Yerusalem Timur yang diduduki.

Konflik di Lebanon kembali meletus pada awal Maret 2026, setelah Hizbullah meluncurkan roket ke Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Iran.

Tel Aviv kemudian membalas dengan serangan besar-besaran ke Lebanon dan invasi ke wilayah selatan negara itu.

Serangan tersebut telah menewaskan hampir 2.300 orang dan memaksa lebih dari satu juta lainnya mengungsi dari rumah mereka.

Pada Kamis (16/4/2026), Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata 10 hari di Lebanon yang mulai berlaku pada Jumat (17/4/2026).

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Jumat mengatakan bahwa Israel berniat mempertahankan kendali atas semua wilayah yang telah didudukinya di Lebanon selatan.

Media Israel melaporkan bahwa militer menyebut adanya "Garis Kuning" di selatan Sungai Litani yang menandai area operasi pasukannya.

Garis tersebut membentang dari Naqoura di barat hingga Khiam di timur laut, melewati sejumlah kota termasuk Shaqra, Aita al-Shaab, Bint Jbeil, dan Adaisseh.

Belum jelas total wilayah Garis Kuning tersebut, namun laporan media menyebutkan pasukan Israel berada di sekitar 55 kota dan desa di Lebanon selatan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung