Berita, Nasional

Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi Pengadaan Motor Listrik Makan Bergizi Gratis Senilai Rp 1 Triliun Tanpa Diler Aktif

Repelita.net

06 June 2026 18:04 WIB • 855 view

Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi Pengadaan Motor Listrik Makan Bergizi Gratis Senilai Rp 1 Triliun Tanpa Diler Aktif
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kejaksaan Agung kini membidik kejanggalan dalam pengadaan puluhan ribu sepeda motor listrik yang ditujukan untuk mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis.

Penyidik menemukan bukti bahwa perusahaan penyedia kendaraan tersebut diduga kuat tidak memenuhi syarat sebagai vendor karena absennya jaringan diler maupun bengkel resmi yang aktif.

ADVERTISEMENT

Fakta tersebut terungkap dalam rangkaian penyidikan kasus korupsi tata kelola program pada Badan Gizi Nasional yang terjadi sepanjang periode 2025 hingga 2026.

Terkait perkara ini, otoritas hukum telah menetapkan tiga mantan pimpinan lembaga tersebut sebagai tersangka, yaitu Dadan Hindayana, Sony Sanjaya, dan Lodewyk Pusung.

Salah satu fokus penyelidikan adalah kontrak pengadaan 21.801 unit motor listrik yang menelan anggaran negara sebesar Rp 1,03 triliun.

Pembayaran untuk proyek ini telah disalurkan kepada PT Yasa Artha Trimanunggal, namun perusahaan tersebut dinilai tidak layak karena ketiadaan fasilitas pendukung teknis.

"Pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit dengan nilai total pengadaan sebesar Rp 1.035.515.297.908,02 (satu triliun tiga puluh lima miliar lima ratus lima belas juta dua ratus sembilan puluh tujuh ribu sembilan ratus delapan rupiah koma dua sen) dan telah dibayarkan ke PT YAT yang tidak memenuhi syarat selaku vendor karena tidak memiliki dealer/bengkel aktif dan terdapat mark up," jelas pihak Kejaksaan Agung dalam keterangan resminya, Kamis (4/6/2026).

Sebelumnya, pengadaan kendaraan ini memang sempat memicu polemik karena volume pembelian yang masif dengan banderol harga sekitar Rp 42 juta per unit.

Dadan Hindayana sempat memberikan pembelaan pada 8 April 2026 di Istana, Jakarta, terkait urgensi pengadaan ribuan unit motor listrik tersebut.

"Harga pasaran Rp 52 juta, tapi kita beli kalau enggak salah Rp 42 juta, di bawah harga pasaran," klaimnya saat itu.

Menurut Dadan, realisasi pengadaan tersebut telah sesuai dengan target anggaran tahun 2025 yang bertujuan untuk menunjang distribusi program ke wilayah-wilayah pelosok.

"Ya program ini kan menjangkau daerah-daerah yang nanti akan sangat sulit. Menjangkau desa-desa, daerah-daerah yang hanya bisa dengan motor. Itu untuk menunjang operasional," pungkasnya.(*).

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung