Berita, Nasional

KAPKI Bela Pernyataan JK soal Mati Syahid: Bukan Provokasi, Tujuannya Agar Konflik Poso dan Ambon Tak Terulang Kembali

Repelita.net

18 April 2026 19:57 WIB • 833 view

KAPKI Bela Pernyataan JK soal Mati Syahid: Bukan Provokasi, Tujuannya Agar Konflik Poso dan Ambon Tak Terulang Kembali
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kesatuan Aksi Pemuda Kristen Indonesia (KAPKI) menegaskan bahwa pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, tentang mati syahid saat berceramah di Masjid UGM bukanlah bentuk provokasi terhadap umat Kristen.

Ketua KAPKI, Imanuel Ebenhaezer Lubis, menyampaikan bahwa pernyataan JK justru dimaksudkan untuk mencegah terulangnya konflik horizontal seperti yang pernah terjadi di Poso dan Ambon.

ADVERTISEMENT

Kita harus telusuri historisnya mengapa beliau mengatakan demikian, mungkin supaya kejadian Poso dan Ambon tidak terulang kembali dan tidak ada maksud untuk memprovokasi, ujar Imanuel dalam konferensi pers di Jakarta pada Sabtu, 18 April 2026.

Imanuel menyampaikan bahwa pihaknya tetap mengasihi dan mendoakan JK karena meyakini tokoh tersebut tidak memiliki maksud jahat mengingat jasanya yang besar untuk bangsa Indonesia.

Kami katakan, kami mengasihi Pak Jusuf Kalla, kami mendoakan Pak Jusuf Kalla supaya sehat selalu dan kita juga tahu beliau adalah pribadi yang memberikan jasanya untuk bangsa ini, ujar dia.

Imanuel juga berpesan kepada seluruh organisasi Kristiani di Indonesia agar menjadi teladan bagi sesama masyarakat dengan mengedepankan kasih.

Buat organisasi Kristen, kami juga berdoa agar menjadi berkat bagi semua orang, kami tidak membatasi untuk melaporkan tapi sedianya kita ikuti dan teladani Yesus Kristus yang tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tandas Imanuel.

Sebelumnya, Jusuf Kalla buka suara usai dilaporkan atas dugaan penistaan agama dan merasa difitnah oleh pihak-pihak tertentu yang memotong pidatonya.

Saya sedang mempelajari itu di mana letak tuduhan, mudah-mudahan Tuhan Allah memaafkannya para pemfitnah itu, wal-fitnatu asyaddu minal-qatl, fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, semua memfitnah saya semua, kata JK dalam konferensi pers yang sama.

Ia pun mengaku menggunakan istilah mati syahid karena tengah berbicara di hadapan jemaah masjid yang mayoritas tidak memahami istilah martir.

Pernyataan JK tersebut berujung pada pelaporan ke Polda Metro Jaya oleh Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) bersama sejumlah organisasi lainnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung