Repelita Jakarta - Kapal Rusia mendadak tiba di Pelabuhan Haifa, Israel, seusai kegagalan kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Kapal yang diketahui bernama ABINSK ini diduga membawa gandum yang berasal dari wilayah Ukraina yang diduduki oleh Moskow.
ADVERTISEMENT
Akibatnya, Ukraina marah besar dan menuduh Rusia melakukan ekspor ilegal hasil pertanian curian sebagai bagian dari upaya perang.
Kyiv meminta klarifikasi mendesak serta mendesak Israel untuk segera menangkap kapal tersebut karena dianggap melanggar hukum internasional dan kedaulatan teritorial Ukraina.
Kedutaan Besar Ukraina di Israel menyatakan keprihatinan mendalam dan mempertanyakan mengapa Israel memperbolehkan kapal Rusia transit di pelabuhan strategis tersebut.
Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha langsung menelepon Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar untuk membahas persoalan ini secara intensif.
Israel sendiri diduga berada dalam posisi rumit karena harus menjaga keseimbangan antara tekanan Ukraina dan pertimbangan strategis terhadap Rusia di kawasan Timur Tengah.
Kehadiran kapal yang tergolong dalam shadow fleet atau armada bayangan Rusia ini berpotensi membuat Israel melanggar sanksi yang dijatuhkan komunitas internasional terhadap Moskow.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok