Berita, Nasional

Kabinet Bayangan Rayakan HUT RI di Pegunungan Kendeng, Sindir Kemewahan Upacara Kabinet Merah Putih

Repelita.net

17 August 2026 16:05 WIB • 472 view

Kabinet Bayangan Rayakan HUT RI di Pegunungan Kendeng, Sindir Kemewahan Upacara Kabinet Merah Putih
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81 memperlihatkan dua wajah yang kontras antara Kabinet Merah Putih dan Kabinet Bayangan.

Akun Instagram resmi Kabinet Bayangan @kabinetbayangan.id mendokumentasikan perbedaan perayaan tersebut mulai dari lokasi hingga momen upacara.

ADVERTISEMENT

“Kabinet Merah Putih menggelar upacara kemerdekaan di Istana Negara. Kabinet Bayangan menggelar upacara kemerdekaan bersama masyarakat adat di pegunungan Kendeng, Pati, Jawa Tengah,” tulis @kabinetbayangan.id pada Senin 17 Agustus 2026.

Foto yang ditampilkan memperlihatkan upacara Kabinet Bayangan menggunakan tiang bendera dari bambu sederhana.

Sementara rangkaian upacara Kabinet Merah Putih menampilkan foto Presiden Prabowo Subianto yang dibentangkan oleh sejumlah penerjun payung.

Di foto berikutnya Prabowo tampak diapit Presiden ke-7 Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang duduk di kursi.

Kabinet Bayangan menampilkan sejumlah menterinya berdiri saat upacara.

Foto selanjutnya memperlihatkan upacara Kabinet Merah Putih dihadiri artis Nagita Slavina bersama suaminya yang juga utusan khusus presiden Raffi Ahmad.

Kabinet Bayangan menunjukkan sejumlah masyarakat adat bersama pakar hukum tata negara Zainal Arifin Mochtar.

Foto-foto lain menampilkan kemewahan gelaran upacara di Istana Negara.

Kabinet Bayangan menggelar secara sederhana dihadiri orang-orang biasa.

Upacara di Pati dihadiri anggota Kabinet Bayangan dan masyarakat adat serta Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng.

Turut hadir Konferensi Republik Forum Intelektual Antar-Disiplin Koperasi Indonesia Baru dan kelompok masyarakat sipil lainnya.

Perwakilan Kabinet Bayangan dihadiri Bhima Yudhistira Media Askar Nabiyla Risfa Izzati dan Isnawati Hidayah.

“Kehadiran kami untuk menjadi bagian dari simpul-simpul gerakan rakyat agar saling terhubung”, kata Media Askar mewakili Kabinet Bayangan.

Dari Konferensi Republik hadir Yanuar Nugroho serta sejumlah akademisi yang tergabung dalam Forum Intelektual Antar Disiplin seperti Zainal Arifin Muchtar dan Bivitri Susanti.

Menurut Bivitri Susanti “Di tengah situasi negara yang sangat menyulitkan warga, seluruh kelompok harus bersatu dalam setiap perjuangan warga”.

Yanuar Nugroho menegaskan “Terlibat dalam upaya warga memaknai kemerdekaan sebagai keberanian untuk membayangkan dan mewujudkan masa depannya sendiri”.

Penulis buku Reset Indonesia Dandhy Laksono hadir mewakili Koperasi Indonesia Baru.

Lembaga Bantuan Hukum Semarang dan Pengurus Masjid Nurul Asri juga turut memberikan dukungan.

Upacara ini digelar sebagai simbol penting gerakan rakyat yang mengharapkan perubahan dan perbaikan bagi Indonesia setelah 81 tahun merdeka.

“Upacara ini ada untuk mewujudkan Pancasila tidak sekedar text”, jelas Gunretno.

“Perlu untuk mengilhami bagaimana cara rakyat melihat kemerdekaan, bukan hanya cara negara melihat kemerdekaan”, tambah Zainal Arifin Mochtar.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung