Berita, Nasional

Kabakom RI: Prabowo Subianto Tak Gentar Lawan Manuver Politik Jokowi dan Safari Politik PSI

Repelita.net

18 October 2026 16:46 WIB • 81 view

Kabakom RI: Prabowo Subianto Tak Gentar Lawan Manuver Politik Jokowi dan Safari Politik PSI
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Sebuah analisis mendalam mengenai dinamika politik nasional pascapelantikan presiden mengemuka ke publik dan memicu perhatian luas dari berbagai kalangan pengamat tanah air.

ADVERTISEMENT

Informasi tersebut disiarkan melalui unggahan rekaman diskusi di kanal YouTube Makna Dalam Aksara pada hari Minggu, 18 Oktober 2026 yang menyoroti pergeseran peta kekuatan politik di lingkaran kekuasaan.

Pengamat politik sekaligus intelektual nasional, Syahganda Nainggolan, membeberkan pandangannya mengenai langkah safari politik mantan kepala negara terdahulu di ruang publik.

Ia menyatakan, "perjalanan berkeliling Indonesia yang dilakukan oleh Pak Jokowi ini sesungguhnya adalah deklarasi perang dia nunggu Presiden Praboni bisa 2 tahun ini ditundukkan atau tidak makanya di 2 tahun ini jadi artinya sampai Oktober 2 tahun presiden itu digoncang terus".

Upaya pergerakan massa serta pembentukan opini publik dinilai sengaja dilakukan oleh kelompok tertentu guna memberikan tekanan politik secara berkala terhadap jalannya roda pemerintahan baru.

Syahganda Nainggolan menambahkan, "jokowi dan komunitas pendukung Jokowi berusaha ee menakut-nakutin ee Presiden Prabowo dengan mereka mau menciptakan Jokowi comeback".

Kendati demikian, sikap tenang dan tidak ambil pusing ditunjukkan oleh sang pucuk pimpinan tertinggi negara dalam menanggapi manuver pergerakan politik di luar koalisi pemerintah tersebut.

Dirinya menceritakan, "tapi waktu saya pernah ketemu Presiden Prabo di kediamannya saya mendengar dia sendiri nganggap kecil itu urusan Jokowi dan urusan PSI".

Menurut pandangannya, sang kepala negara saat ini memiliki prioritas yang jauh lebih besar dan mendasar bagi kepentingan strategis masa depan bangsa.

Ia berpendapat bahwa, "jokowi menurut saya sih e tidak dianggap oleh Prabowo dalam konstasi permainan dia".

Ketegasan kepemimpinan dalam melakukan pembenahan tata kelola serta penegakan hukum anti-korupsi di jajaran kabinet pemerintahan juga dibuktikan tanpa pandang bulu di lapangan.

Ia memberikan kesaksian, "waktu minta ditangkap itu si Dadan itu dia nangis dia keluar air mata saya dengar Prabowo iya kawan yang paling akrab aja sama dia dia suruh tangkap".

Komitmen moral para pejabat negara untuk fokus pada aspek pengabdian publik tanpa mencari keuntungan komersial pribadi turut ditekankan secara mendalam dalam forum resmi kenegaraan.

Lebih lanjut, dirinya menjabarkan, "satu hari saya diberitahu oleh seorang menteri pada saat rapat ee kabinet Prabo bilang "Eh kau kan sudah kaya kau kan sudah kaya kamu kan sudah kaya berapa keturunan?" Sudahlah sekarang jangan mikir tambah kekayaan ya kan sekarang kita ee mengap pengabdian aja".

Oleh karena itu, anggapan mengenai adanya bayang-bayang pengaruh kekuasaan lama yang masih mendikte jalannya arah kebijakan nasional dinilai sepenuhnya tidak berdasar.

Syahganda Nainggolan menegaskan kembali bahwa, "kalau masih ada orang yang mengatakan bahwa saat ini pengaruh Jokowi masih membayang-bayangi pemerintah itu sebetulnya nonsens nonsen".

Fokus perjuangan utama dari kabinet sekarang dipastikan tertuju pada upaya pemberantasan dominasi ekonomi kelompok tertentu yang selama ini dinilai kurang merata.

Sebagai penutup analisisnya, ia memaparkan, "lawan terberat Pak Prabowo itu kan dia sudah ungkap kemarin segelintir elit yang mendapat keuntungan dari growth 5% per tahun selama 7 tahun terakhir 35% itu kamu bayangin tuh growthnya itu berapa ratusan triliun orang-orang kaya ini dan memarkirkan uangnya di Singapura".(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung