Berita, Nasional

Jusuf Kalla Klaim Bawa Jokowi ke Jakarta, Jokowi Merendah: Saya Orang Kampung Biasa

Repelita.net

20 April 2026 22:16 WIB • 875 view

Jusuf Kalla Klaim Bawa Jokowi ke Jakarta, Jokowi Merendah: Saya Orang Kampung Biasa
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menyatakan bahwa dirinya memiliki peran kunci dalam menjadikan Joko Widodo sebagai presiden.

Menanggapi pernyataan tersebut, Presiden ke-7 RI Jokowi justru merendah dengan mengakui bahwa ia hanya orang kampung yang biasa-biasa saja.

ADVERTISEMENT

“Ya saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung,” ungkap Jokowi saat ditemui di kediaman Sumber, Banjarsari, Solo, Senin (20/4/2026).

Pernyataan Jusuf Kalla tentang perannya ini terlontar saat jumpa pers di kediamannya pada Sabtu (18/4/2026).

Mulanya, Jusuf Kalla meminta agar Jokowi bersedia menunjukkan ijazahnya agar polemik yang berkepanjangan ini segera selesai.

Namun justru setelah itu ia dipolisikan gara-gara pernyataannya saat mengisi ceramah tarawih Ramadhan di Masjid Kampus UGM, Jogjakarta, pada Kamis (5/3/2026) lalu.

“Sudahlah, Pak Jokowi. Sudahlah. Kasih lihat ijazah saja. Itu saja. Timbulah sensitif sekali itu ijazah. Kenapa sih? Kenapa tidak kasih lihat? Membiarkan masyarakat berkelahi sendiri. Saling memaki masyarakat 2 tahun,” ungkap Jusuf Kalla.

Ia berpendapat bahwa sarannya kepada Jokowi untuk menunjukkan ijazah semata-mata tak ubahnya seorang senior yang menasehati juniornya.

“Saya ingin kasih tahu sama anda. Saya wakilnya Pak Jokowi. Karena sudah selesai kita warga negara biasa. Saya lebih tua dari dia. Jadi sebagai orang yang lebih senior saya nasehati,” tuturnya.

Jusuf Kalla diketahui dipolisikan oleh Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sahat Martin Philip Sinurat dan sejumlah ormas lain.

Seperti telah diketahui, Sahat juga merupakan politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dipimpin oleh putra bungsu Jokowi.

Jusuf Kalla pun menegaskan bahwa dialah yang berperan penting dalam menjadikan Jokowi sebagai presiden melalui lobi-lobi politiknya.

Dialah yang melobi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk memberikan restu agar Jokowi mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Tanpa menjadi Gubernur DKI Jakarta, menurutnya mustahil Jokowi bisa melangkah ke kursi kepresidenan.

Ia pun secara spesifik menyebut istilah termul, singkatan dari ternak mulyono, yang kerap dikaitkan dengan para simpatisan Jokowi.

“Siapa yang bawa ke Jakarta saya yang bawa ke Jakarta untuk jadi Gubernur. Saya yang bawa. Saya yang ke Bu Mega. Ibu ini terlalu baik orang PDIP. Ah jangan. Saya datang lagi. Akhirnya beliau setuju jadilah Gubernur. Sehingga waktu dia jadi Gubernur setelah ke Bu Mega datang ke saya ucapan terimakasih. Apa kurangnya saya. Saya bawa ke Jakarta. Kasih tahu semua itu termul-termul itu. Jokowi jadi presiden karena saya. Kan tanpa Gubernur mana bisa jadi presiden,” jelas Jusuf Kalla dengan tegas.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung