Berita, Nasional

Josua Sinambela Sebut Laporan 'Asal Bapak Senang' Sebagai Kebodohan Usai Klaim Ekonomi Indonesia Ungguli Jepang Dan Eropa

Repelita.net

02 September 2026 22:54 WIB • 774 view

Josua Sinambela Sebut Laporan 'Asal Bapak Senang' Sebagai Kebodohan Usai Klaim Ekonomi Indonesia Ungguli Jepang Dan Eropa
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sikap kritis bernada sindiran pedas kembali dilontarkan oleh pengamat ekonomi politik dari Universitas Gadjah Mada, Josua Sinambela, terhadap klaim pemerintah.

Pernyataan tersebut menyoroti klaim Presiden Prabowo Subianto yang menyebutkan bahwa kondisi statistik dan perekonomian Indonesia jauh lebih unggul dibandingkan Jepang serta kawasan Eropa.

ADVERTISEMENT

Josua Sinambela secara terbuka mempertanyakan validitas data angka statistik yang disetorkan kepada kepala negara mengingat besarnya dana operasional yang digelontorkan negara.

Pengamat UGM tersebut secara blak-blakan menyoroti anggaran sensus lembaga penyedia data resmi nasional yang nilainya dilaporkan mencapai angka fantastis hingga sekitar tujuh triliun rupiah.

"Dari Anggaran Sensus BPS yang mencapai 7 Trilliun sih harusnya hasilnya lebih baik dari negara manapun didunia ini," ucap Josua Sinambela sewaktu mengkritisi kinerja birokrasi statistik pada hari Rabu, 2 September 2026.

Menurut Josua Sinambela, kucuran anggaran raksasa semestinya berbanding lurus dengan tingkat keakuratan informasi faktual yang dirasakan langsung oleh masyarakat tanpa ada manipulasi angka.

"Tapi entah kenapa boong atau tidak sesuai faktanya," tukasnya dengan nada ketus meragukan kejujuran laporan yang diterima oleh pemegang kekuasaan tertinggi di istana.

Josua Sinambela bahkan menilai masih suburnya budaya laporan asal bapak senang di tubuh birokrasi sebagai sebuah kebodohan sistemik yang merugikan akal sehat publik secara luas.

"Laporan ABS begini kok masih bisa dipercaya," tandasnya mengecam kebiasaan para pembantu presiden yang kerap mempercantik data demi mencari muka di hadapan atasan.

Sebelumnya, klaim mengenai keunggulan statistik nasional tersebut disampaikan kepala negara saat meresmikan fasilitas pelayanan pemenuhan gizi masyarakat di wilayah ibu kota.

Meski klaim tersebut didasarkan pada laporan resmi yang diterimanya, kritik tajam dari kalangan akademisi ini menunjukkan masih rapuhnya transparansi data di tingkat pusat. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung