Berita, Nasional

Jokowi Tolak Tunjukkan Ijazah, Bachrum Achmadi Kritik Jokowi Soal Ijazah: Ngibul Sudah Jadi Bagian Hidup Mulyono, di Pengadilan Saja Tak Pernah Datang

Repelita.net

12 April 2026 16:28 WIB • 893 view

Jokowi Tolak Tunjukkan Ijazah, Bachrum Achmadi Kritik Jokowi Soal Ijazah: Ngibul Sudah Jadi Bagian Hidup Mulyono, di Pengadilan Saja Tak Pernah Datang
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pegiat media sosial Bachrum Achmadi merespons keras sikap Presiden ke-7 RI Jokowi yang menyatakan hanya akan menunjukkan ijazahnya di pengadilan atas permintaan hakim.

Ia mempertanyakan konsistensi sikap tersebut dengan menyinggung penolakan Jokowi terhadap usulan Jusuf Kalla agar ijazah ditunjukkan ke publik.

ADVERTISEMENT

"Jokowi menolak usulan JK, alibinya adalah yang menuduh yang harus membuktikan," ujar Bachrum dikutip fajar.co.id pada Minggu (12/4/2026).

Bachrum juga menyoroti pernyataan Jokowi yang menyebut akan membuka dokumen dalam persidangan, namun ia mempertanyakan realisasinya.

"Saya akan membuka dalam persidangan. Membuka apa? dalam persidangan aja ga pernah datang," tukas Bachrum.

Ia bahkan melontarkan kritik menohok dengan menyebut bahwa kebiasaan tidak jujur telah menjadi bagian dari hidup Mulyono, nama panggilan Jokowi.

"Ngibul sudah menjadi bagian hidup Mulyono, kalau ga ngibul ga bisa bertahan hidup," ujarnya dengan tegas.

Sebelumnya, Jokowi menegaskan tidak keberatan memperlihatkan dokumen pendidikannya jika diminta secara resmi dalam proses persidangan.

“Kalau diminta hakim menunjukkan ijazah asli saya tunjukkan. Dari SD, SMP, SMA, S1 semua akan saya tunjukkan. Iya forumnya jelas forum hukumnya ada di pengadilan,” ujar Jokowi dikutip fajar.co.id pada Jumat (10/4/2026).

Ia menegaskan bahwa pembuktian seharusnya dilakukan dalam jalur hukum, bukan melalui perdebatan di ruang publik yang tidak jelas.

“Saya tidak ingin berspekulasi. Serahkan semua pada proses hukum yang ada,” jelas Jokowi.

Ia juga menegaskan bahwa dalam prinsip hukum, pihak yang menuduh lah yang wajib membuktikan tuduhannya.

“Itu juga serahkan pada proses hukum yang ada. Dan memang mestinya yang menuduh yang membuktikan. Bukan saya disuruh menunjukkan. Nanti semua orang bisa menuduh dan suruh menunjukkan buktinya yang dituduh. Kebalik-balik itu,” imbuhnya.

Jokowi juga menyambut baik langkah hukum yang diambil Jusuf Kalla terhadap Rismon Sianipar, dengan mengatakan bahwa penyelesaian melalui jalur hukum adalah hal yang bagus.

Ia berharap perkara tersebut segera masuk tahap persidangan agar kebenaran dapat diuji secara terbuka di depan hakim.

“Pengen saya seperti itu pengan saya secepat-cepatnya. Ini kan sudah hampir satu tahun. Segera P21 dan diserahkan ke pengadilan untuk kita bisa menunjukkan mana yang benar,” tutur Jokowi.

Sementara itu, pendakwah Sugi Nur Rahardja atau Gus Nur juga kembali menyoroti soal ijazah Jokowi melalui kanal YouTube GUSNUR 13 OFFICIAL.

Gus Nur menyoroti fakta bahwa meski sudah banyak persidangan digelar, pihak Jokowi disebutnya selalu absen menghadirkan ijazah asli.

“Sudah banyak tersangka, sudah ada orang yang dicekal, sudah ada yang dipenjara. Sampai detik ini jasanya enggak ada. Orangnya enggak pernah datang ke pengadilan. Pengacaranya selalu bilang, ‘Nanti di pengadilan kita ketemu.’ Halo, pengadilan yang mana? Bambang Tri sudah, Gus Nur sudah, pidana sudah, perdata sudah, KIP sudah, CLS sudah, Jakarta sudah, Solo sudah. Ijazahnya mana?” tegas Gus Nur berulang kali.

Ia menantang rezim Jokowi untuk membawa ijazah ke pengadilan secara terbuka dan transparan.

“Saya sudah datang ke rumahnya Jokowi, sudah saya foto saja ijazahnya asli. Mana enggak ditunjukkan ke saya fotonya? 35 saksi, ulama, kiai, hakim, polisi penyelidik—enggak ada yang pernah lihat,” katanya.

Gus Nur menegaskan sikapnya sebagai warga negara yang taat hukum meminta Jokowi untuk benar-benar menjadi negarawan.

“Kalau ternyata palsu, penjara aku. Kalau ternyata asli, maafkan semuanya—Roy Suryo, Dr. Tifa, semuanya dimaafkan. Clear,” saran Gus Nur di akhir pernyataannya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung