Repelita Jakarta - Narasi tajam yang menyoroti persoalan dokumen kelulusan akademik serta kompetensi dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali mencuat ke tengah ruang publik.
ADVERTISEMENT
Kabar yang beredar lewat sebuah unggahan video tersebut mengaitkan kehebohan polemik ini dengan sikap politik dari sang ayah, yakni Joko Widodo.
Unggahan rekaman singkat itu dipublikasikan secara luas ke masyarakat pada hari Jumat, 16 Oktober 2026.
Akun @njeketekreborn membagikan tayangan tersebut yang menyampaikan ulasan mengenai kekhawatiran mantan kepala negara itu dalam menjaga nama baik di mata masyarakat luas.
Budayawan Mohamad Sobary dalam video di kanal Nusantara TV menyatakan, "yang punya kekuasaan yang punya kedailatan itu rakyat kita tidak ingin diselewengkan kita punya kedaulatan itu yang tidak bagus itu".
Ia juga menambahkan kritik mendalam mengenai alasan munculnya argumentasi hukum setelah segala keputusan hukum ketatanegaraan sudah resmi bersifat inkrah.
"penjelasan mengenai perkara ini yang sifatnya itu posfaktum keputusan sudah tidak bisa diubah mengapa baru ada argumen ini kan cara orang untuk tidak mau kehilangan muka ya terserah l caranya siapa Pak Sabari jokowi lah kan banyak orang kerasukan Jokowi" ujarnya.
Pembicara itu menegaskan bahwa perdebatan tentang riwayat institusi pendidikan luar negeri di masa sekarang sudah tidak memiliki arti krusial lagi.
"saya tidak ingin mendengar penjelasan sekolah di luar negeri kayak apa kayak apa dan itu tidak relevan diomongkan pada posisi" ucapnya menyambung pembicaraan.
Menurut pandangannya situasi saat ini sudah berada pada titik yang mengikat serta tidak dapat diubah lagi oleh manuver apa pun.
"dalam posisi hari ini itu barang yang sudah gway finish final mengikat menjerat lehir masih ada Jokowi wong saya yang ngantarkan sekolah itu kok iya seluruh RT mengantarkan itu tidak ada masalah tapi juga tidak ada gunanya ya kita pertanyakan itu mana ijazah aku jadi hakim MK sekarang kau jangan banyak bicara perkara non hukum aku sekarang ini meminta mana ijazah" tegasnya.
Narasumber tersebut menyoroti dalih pembelaan hukum yang sempat dilontarkan oleh tim penasihat hukum dari pihak seberang selama persidangan berjalan.
"oh begini-begini itu artinya enggak ada dan ada lawyer dari pihak sana itu yang billing "Itu hanya karena belum melihat." Tega-teganya omongan seorang lawyer menyebut MK itu hanya karena belum melihat pengadilan sudah berlangsung seluruh urusan selesai itu untuk apa nanti kalau akan diperlihatkan itu juga sudah batil karena keputusan itu sudah mengikat dan sudah berlaku apa gunanya bohong kosong mengatakan pembelaan-pembelaan sekolah ini begini sekolah ini begini konkret pertanyaan publik pertanyaan hukum pertanyaan mahkamah mana ijazah perkara penyetaraan itu karena syarat administratif itu syarat ketatanegaraan kalau penyetaraan itu kata yang menjerumuskan sama sekali bagi orang-orang yang sekolahnya beneran" tuturnya.
Lebih lanjut ia juga menantang pembuktian nyata mengenai kecakapan serta kualitas kepemimpinan yang dimiliki oleh sang wakil presiden di hadapan khalayak ramai.
"dan penyetaraan itu lewat apa lewat yang namanya kemampuan ah mari buktikan Gibran punya kemampuan apa suruh pidato para-para kiai para-para hadirin para-para eh Pak Presiden saya ini mempunyai perkara-perkara begini gini gini bagaimana anu penyelesaiannya yaitu ditanyakan saja langsung yang ditanya itu dia tapi dilemparkan tanya tanya ke sana kemampuan ini dipamer-pamerkan woh Inggrisnya bagus suruh dia bicara tanpa teks kalau pidato ya semua orang ya bisa membaca jadi kemampuan apa yeah" katanya mengakhiri pernyataan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok