Repelita [Jakarta] - Pegiat media sosial John Sitorus melayangkan sindiran tajam menyusul penganugerahan gelar Sesepuh Raja-Raja Timor kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Nusa Tenggara Timur.
Pernyataan menohok tersebut disampaikan John melalui akun X pribadinya JohnSitorus_18 pada Minggu (2/8/2026).
ADVERTISEMENT
John menilai pemimpin sejati tidak pernah mengejar validasi publik atas kedudukannya.
"Raja sejati tidak butuh pengakuan, tapi RAJA PALSU selalu butuh pengakuan dari mana-mana," tulisnya.
Ia pun meminta masyarakat yang wilayahnya tidak memberikan gelar kebangsawanan kepada mantan presiden tersebut untuk bersyukur.
Menurutnya, penguasa sejati tidak akan pernah mencederai norma ketatanegaraan demi kepentingan dinasti.
"Bergembiranlah daerahmu yang tidak menobatkan Jokowi sebagai raja. Sebab, tidak ada raja yang MERUSAK konstitusi negaranya sendiri demi kepentingan keluarganya sendiri," paparnya.
Nilai kepemimpinan yang sesungguhnya diukur dari integritas menjaga hukum dasar serta kejujuran dalam bertindak.
"Raja yang benar adalah raja yang menjaga dasar negaranya. Raja yang benar tidak pernah BERDUSTA. Raja yang benar bukan selalu terlihat baik, tapi juga tegas memperjuangkan nilai kebenaran," terangnya.
Prosesi penobatan Jokowi sebagai Sesepuh Raja-Raja Timor berlangsung dalam rangkaian acara budaya di Pantai Lahi Lai Besi Kopan, Kota Kupang, pada Sabtu (1/8/2026).
Raja Amanatun Jonathan Banunaek mengonfirmasi bahwa penganugerahan tersebut disepakati oleh delapan pemangku adat yang memiliki wilayah kekuasaan resmi di Pulau Timor.
Delapan pemimpin adat yang menyerahkan penganugerahan meliputi Raja Wewiku-Wehal, Raja Amanatun, Raja Amanuban, Raja Mollo, Raja Biboki, Raja Bikomi Nilulat, Raja Amfoang, dan Raja Nisnoni.
"Satu Raja Amarasi tidak hadir, yang delapan hadir semua. Jadi penobatan itu dari delapan raja dan bukan raja-rajaan, raja yang punya wilayah kerajaan," ujar Jonathan.
Satu perwakilan dari Kerajaan Amarasi dilaporkan berhalangan menghadiri gelaran adat tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok