Berita, Nasional

JK Buka Suara Soal Ceramah Mati Syahid di UGM: Saya di Masjid Pakai Istilah Syahid, Kalau "Martir" Jemaah Tidak Tahu

Repelita.net

18 April 2026 19:54 WIB • 905 view

JK Buka Suara Soal Ceramah Mati Syahid di UGM: Saya di Masjid Pakai Istilah Syahid, Kalau "Martir" Jemaah Tidak Tahu
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menjelaskan pernyataan mati syahid dalam ceramahnya di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menuai polemik hingga berujung pada pelaporan ke Polda Metro Jaya.

Dalam konferensi pers yang digelar di kediamannya pada Sabtu, 18 April 2026, JK menegaskan bahwa ia memilih istilah mati syahid karena berceramah di hadapan jemaah masjid yang lebih familiar dengan istilah tersebut.

ADVERTISEMENT

Kalau syahid mati karena membela agama, martir juga begitu mati karena membela agama, jadi hanya istilah saja, saya di masjid maka saya pakai kata syahid karena kalau saya pakai kata martir jemaah tidak tahu, kata JK.

Ia menerangkan bahwa ceramah yang dilakukannya di Masjid UGM merupakan undangan sebagai narasumber dalam momen bulan suci Ramadan 2026 dengan tema besar tentang perdamaian.

Saya jelaskan tentang perdamaian, perdamaian adalah akhir dari konflik, apa itu konflik, akhir dari perdamaian, kemudian mulai konflik dunia ini, konflik di Eropa, perang dunia pertama saya uraikan, papar JK.

Dalam ceramahnya tersebut, ia menguraikan berbagai konflik dunia termasuk di Eropa, perang dunia, hingga peristiwa-peristiwa konflik yang pernah terjadi di Indonesia.

Dan bagaimana konflik di Indonesia, ada konflik karena ideologi di Madiun, ada konflik karena wilayah seperti Timor Timur, konflik ekonomi seperti di Aceh, saya jelaskan satu per satu, tutur dia.

Ia kemudian menyebutkan bahwa hanya satu menit saja ia membicarakan konflik yang disebabkan oleh faktor agama dalam keseluruhan ceramahnya yang panjang.

Dia mencontohkan konflik di Poso yang salah satunya dipicu oleh isu agama, khususnya pemahaman tentang syahid dalam Islam dan martir dalam agama Kristen.

Saya mendamaikan ini, apa saya menista agama? Saya pertaruhkan jiwa saya masuk ke daerah itu, ungkap JK menjelaskan pengalamannya turun langsung ke lokasi konflik.

Saya tahu kenapa dia berbuat begitu, dia pikir ini perang agama, siapa yang meninggal akan syahid untuk Islam, Kristen namanya martir, tapi saya berada di masjid, jemaah tidak mengerti martir, jelasnya.

Pernyataan JK tentang mati syahid tersebut kemudian dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) bersama sejumlah organisasi lainnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung