Berita, Nasional

Jhon Sitorus Sindir PSI Cuci Tangan dan Sebut Budi Arie Satu Kolam Politik Jokowi

Repelita.net

27 August 2026 22:51 WIB • 496 view

Jhon Sitorus Sindir PSI Cuci Tangan dan Sebut Budi Arie Satu Kolam Politik Jokowi
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Gelombang perdebatan mengenai cuplikan video Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi yang menyinggung potensi pergeseran konstelasi politik sebelum 2029 kian memanas di ruang publik.

Beredarnya rekaman saat Budi Arie mengutarakan firasat politik di samping Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu seketika memicu aksi cuci tangan dari Partai Solidaritas Indonesia.

ADVERTISEMENT

Struktur DPP PSI secara tegas mengklarifikasi bahwa mantan menteri tersebut bukan bagian dari partainya serta meminta agar segala tindak-tanduk Budi Arie tak disangkutpautkan dengan PSI.

Langkah cuci tangan itu langsung direspons tajam oleh pegiat media sosial Jhon Sitorus melalui kritik terbuka di ranah digital.

Ia menyindir PSI agar tak berakting seolah lepas tangan setelah wacana percepatan agenda politik yang dilontarkan Budi Arie menuai kontroversi luas.

“Jangan lempar batu sembunyi tangan kalian,” ujar Jhon.

Pegiat media sosial tersebut menilai bahwa PSI, Budi Arie, dan lingkaran kekuasaan Solo pada dasarnya menginduk pada simpul politik yang sama.

“Budi Arie dan PSI itu satu kolam, di kolamnya termul Jokowi family di Solo,” katanya.

Ia menyayangkan sikap inkonsistensi PSI yang mendadak mengambil jarak saat terjadi gejolak politik, namun bertindak sebaliknya saat mendapat keuntungan posisi.

“Jangan karena blunder kalian ngaku-ngaku bukan bagian dari kelompok kalian, giliran happy-happy kalian jilat menjilat di rumah Jokowi,” ujar Jhon.

Lebih jauh, ia mengaitkan manuver PSI dengan kekhawatiran hilangnya porsi kursi di jajaran kabinet pemerintahan saat ini.

“Kalian hanya takut kursi kalian dicopot satu-satu terutama Raja Juli yang gagal menangani Karhutla sampai Presiden turun meninjau ke kebun warga,” kata Jhon.

Di sisi lain, Ketua DPP Bidang Litbang PSI Dedek Prayudi sebelumnya mengecam keras penyataan Budi Arie yang dinilai bertentangan dengan prinsip dasar PSI.

“Presiden yang telah dipilih melalui proses demokratis harus diberikan kesempatan hingga akhir masa jabatan,” kata Dedek.

Ia menilai gestur Budi Arie yang mengumbar wacana sensitif tersebut di sebelah Jokowi justru menyudutkan posisi mantan presiden tersebut dalam pusaran spekulasi.

“Ini seperti menjebak Pak Jokowi,” ujar Dedek.

Ia menyayangkan terlontarnya narasi kesiapan percepatan pemilu di saat seluruh elemen pendukung tengah fokus menguatkan barisan koalisi nasional.

“Kita sibuk menjaga kekompakan koalisi, dia berbicara kesiapan menghadapi percepatan siklus 5 tahunan di samping Pak Jokowi,” katanya.

Dedek menegaskan bahwa konsolidasi serta penataan barisan internal semestinya menjadi fokus utama di tengah merebaknya rumor politik.

“Kalau emang ada isu percepatan, bukan kesiapan yang harus dikumandangkan, tapi kerapatan barisan yang harus semakin dijaga,” ujar Dedek.

Menanggapi kegaduhan yang berlarut-larut, Budi Arie akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka atas lontaran pandangan pribadinya.

“Saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut,” kata Budi Arie.

Ia menggarisbawahi bahwa perbincangan tersebut murni analisis personal yang tidak melibatkan arahan maupun posisi Jokowi.

Guna meluruskan keadaan, pihak Projo menyebut rekaman viral itu merupakan dokumen internal yang memperbincangkan berbagai pemetaan skenario politik ke depan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung