Berita, Nasional

Jhon Sitorus Desak Ade Armando Mundur dari Komisaris PLN Usai Keluar dari PSI Akibat Kasus Video Jusuf Kalla

Repelita.net

07 May 2026 22:43 WIB • 841 view

Jhon Sitorus Desak Ade Armando Mundur dari Komisaris PLN Usai Keluar dari PSI Akibat Kasus Video Jusuf Kalla
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pengamat media sosial Jhon Sitorus melontarkan kritik pedas yang menyebut bahwa pengunduran diri Ade Armando dari jajaran pengurus PSI dianggap belum cukup sebagai bentuk pertanggungjawaban publik.

Jhon Sitorus memberikan penegasan bahwa sang akademisi tersebut seharusnya juga menanggalkan posisinya sebagai Komisaris Independen di PT PLN demi menjaga integritas perusahaan milik negara tersebut.

ADVERTISEMENT

Ia mempertanyakan etika profesionalitas Ade yang dinilai tetap menikmati fasilitas dari uang rakyat meskipun kerap memicu kontroversi yang merugikan citra instansi tempatnya bernaung saat ini.

"Kalau pertimbangannya demi nama baik Jokowi dan PSI, masa nama baik PLN juga ditumbalkan sih?" ujar Jhon sebagaimana dikutip dari pernyataan publiknya pada Rabu 6 Mei 2026.

Aktivis digital ini berpendapat bahwa keberanian dalam melontarkan pernyataan yang memicu kegaduhan di ruang publik harus dibarengi dengan kesiapan menanggung segala konsekuensi jabatan yang melekat.

Jhon Sitorus juga memberikan sindiran tajam mengenai intensitas kerja Ade yang dianggap lebih fokus mengisi konten video harian dibandingkan dengan menjalankan tugas pokoknya di jajaran komisaris.

"Enak betul makan uang rakyat. Kerja kagak, host Cokro TV iya hari-hari," tandasnya guna menyoroti rangkap peran yang dijalani oleh mantan dosen Universitas Indonesia tersebut selama ini.

Secara resmi Ade Armando telah menyatakan keluar dari keanggotaan partai politik yang berlambang bunga mawar tersebut pada hari Selasa tanggal 5 Mei 2026 yang baru saja berlalu.

Keputusan krusial ini diambil di tengah derasnya tekanan publik yang mulai mengganggu stabilitas internal partai akibat serangkaian pernyataan pribadinya yang dianggap kontroversial oleh banyak pihak.

Dalam pertemuan resmi di markas besar partai tersebut Ade menjelaskan bahwa keputusannya dilakukan secara sukarela tanpa adanya paksaan atau konflik dengan rekan sejawatnya di internal partai.

"Tidak ada konflik di antara saya dengan PSI, tapi saya mundur demi kebaikan bersama," tegas Ade saat memberikan penjelasan kepada awak media yang meliput pengunduran dirinya tersebut.

Langkah pemisahan diri ini diharapkan mampu memutus keterkaitan antara opini personal Ade di masa depan dengan platform perjuangan politik partai yang selama ini menjadi wadah aspirasinya.

Kepergiannya dari struktur partai menandai kembalinya sosok Ade Armando sebagai individu merdeka yang akan terus menjalankan peran sebagai kritikus tanpa adanya ikatan atribut organisasi politik manapun.

Momentum hengkangnya Ade ini terjadi bertepatan dengan bergulirnya proses hukum terkait tudingan penyebaran narasi penghasutan yang melibatkan potongan video ceramah milik tokoh nasional Jusuf Kalla.

Ia secara terbuka menyampaikan permohonan pamit kepada seluruh jajaran pengurus dan simpatisan partai demi memastikan agar kasus hukum yang menjeratnya tidak menjadi beban bagi agenda politik ke depan.

"Saya mohon izin, yaitu melalui konferensi pers ini saya menyatakan mengundurkan diri dari PSI, ya," kata Ade saat menutup keterangannya di hadapan publik terkait status keanggotaannya tersebut.

Selain menyatakan mundur Ade juga menunjukkan sikap kooperatif dengan membuka kemungkinan untuk melakukan pertemuan langsung guna melakukan mediasi dengan pihak Jusuf Kalla dalam waktu dekat.

Ia menyatakan kesediaan untuk menyampaikan permohonan maaf secara tulus kepada seluruh elemen masyarakat beragama jika memang langkah tersebut dinilai perlu demi meredam gejolak yang sedang terjadi.

"Kalau saya dipertemukan dengan Pak JK saya juga mau ya. Atau saya harus minta maaf sama masyarakat umat Islam misalnya atau umat Kristen, saya bersedia," ujarnya menutup sesi tanya jawab.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung