Berita, Timur Tengah

Jenderal Iran sebut pilot yang ditangkap Qatar terluka dan sakit, minta ICRC kirim ambulans udara

Repelita.net

23 August 2026 22:12 WIB • 393 view

Jenderal Iran sebut pilot yang ditangkap Qatar terluka dan sakit, minta ICRC kirim ambulans udara
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pihak otoritas militer Iran terus mengupayakan penanganan intensif terkait keberadaan sejumlah personel militer yang ditahan di wilayah Qatar dan Kuwait.

Komandan Komite Pencarian Orang Hilang Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Brigadir Jenderal Mohammad Baqerzadeh mendesak keterlibatan Komite Internasional Palang Merah (ICRC).

ADVERTISEMENT

Baqerzadeh meminta ICRC segera menerjunkan layanan ambulans udara menuju Qatar demi mengevakuasi para pilot yang mengalami luka parah.

"Tindakan ini telah menciptakan secercah harapan untuk pembebasan segera para warga negara yang terkasih ini," katanya.

Ia menyoroti kondisi penampungan para tahanan di atas air yang dinilai tidak memenuhi standar layak.

Pemerintah Qatar didesak untuk memindahkan para tahanan ke fasilitas medis di daratan utama guna perawatan darurat.

Terkait tahanan di Kuwait, Baqerzadeh mengapresiasi izin dari otoritas setempat yang memperbolehkan Duta Besar Iran melakukan pertemuan langsung.

Pihak militer Iran meminta pemerintah Kuwait menegakkan hak-hak para tahanan sesuai dengan ketentuan Konvensi Jenewa.

ICRC juga diminta memfasilitasi sarana komunikasi berupa panggilan video antara para tahanan dengan pihak keluarga di Iran.

Ketegangan tersebut bermula dari insiden jatuhnya dua jet tempur Su-24 Angkatan Udara Iran dalam sebuah misi militer.

Salah satu personel yakni Brigadir Jenderal Majid Kazemi dinyatakan gugur setelah hasil uji DNA mengonfirmasi identitas jenazahnya.

Sementara tiga pilot lainnya yakni Javad Salehi, Abdolmajid Dashtian, dan Omran Behraveshian dilaporkan ditangkap oleh pasukan Qatar.

Otoritas Qatar melalui Juru Bicaranya Majed Mohammed Al-Ansari membantah tuduhan penahanan terhadap ketiga pilot tersebut.

Pakar Ilmu Politik Universitas Udayana Efatha Filomeno menilai langkah diplomasi Iran merupakan strategi meningkatkan posisi tawar.

"Mereka malah mengirimkan palang merahnya yang meminta kepada palang merah internasional untuk melakukan pencarian," kata Efatha.

Langkah hukum dan kemanusiaan yang ditempuh Iran dianggap dapat memberikan simpati publik serta potensi sanksi bagi Qatar jika terbukti menyembunyikan informasi. "Ujarnya." (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung