Berita, Timur Tengah

Jenderal Iran Ejek Netanyahu dengan Gelombang Rudal Lanjutan: Ini 'Hadiah Liburan' untuk Israel

Repelita.net

02 April 2026 22:00 WIB • 907 view

Jenderal Iran Ejek Netanyahu dengan Gelombang Rudal Lanjutan: Ini 'Hadiah Liburan' untuk Israel
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Jenderal Iran mengejek Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan mengatakan bahwa gelombang rudal lanjutan yang menghantam Israel merupakan "hadiah liburan" untuk warga Zionis pada Kamis, 2 April 2026.

Komandan Angkatan Udara IRGC, Brigadir Jenderal Majid Mousavi, menyatakan bahwa bunyi sirene yang berulang dan rasa ketakutan di tempat perlindungan adalah bentuk nyata dari hadiah tersebut.

ADVERTISEMENT

Dalam sebuah unggahan yang ditulis dalam bahasa Ibrani di akun X miliknya pada tanggal 2 April 2026, Mousavi mengungkapkan kondisi mengerikan di balik serangan rudal yang terus mengguncang wilayah pendudukan.

Menurut pernyataannya, bunyi sirene yang berulang kali telah membuat gemetar seluruh tempat perlindungan bawah tanah yang sempit dan gelap di bawah gempuran rudal Iran.

Ia juga mengatakan bahwa kondisi seperti itu secara nyata mencerminkan sebagian dari "hadiah" yang diberikan Netanyahu kepada para warga Zionis selama masa liburan Paskah berlangsung.

Serangan rudal lanjutan ini menghantam beberapa titik lokasi strategis, meliputi pangkalan laut, wilayah Yerusalem, serta kota Arad yang berada di bagian selatan wilayah Zionis pada Kamis, 2 April 2026.

Di Kota Arad saja, dilaporkan setidaknya enam orang tewas dan lebih dari seratus orang mengalami luka-luka akibat hantaman rudal tersebut.

Media setempat menyebutkan bahwa sebuah roket seberat 450 kilogram jatuh di kota tersebut, yang secara gamblang diakui sebagai kegagalan sistem pertahanan udara Israel atau Iron Dome dalam melakukan proses pencegatan.

Pada Rabu, 1 April 2026, Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah berhasil menghancurkan sebuah kapal kontainer milik Israel yang berlayar di perairan Teluk Persia.

Akibat serangan yang dilakukan nyaris tanpa henti ini, sirene peringatan bahaya udara terus menerus berbunyi di Yerusalem dan wilayah Israel tengah, dengan laporan suara ledakan yang terdengar hingga ke daerah Ramallah.

IRGC mengklaim bahwa pihaknya telah meluncurkan serangan gelombang ke-88 dalam rangkaian Operasi True Promise 4 atau Janji Sejati 4 pada akhir Maret hingga April tahun ini.

Serangan dengan sandi "Ya Fatimah al-Zahra" ini secara khusus menargetkan radar peringatan dini dan infrastruktur militer Israel serta aset milik Amerika Serikat yang berada di kawasan Teluk.

Dua juta warga Israel dilaporkan bergegas panik menuju tempat perlindungan, sebuah peristiwa yang menciptakan kekacauan terbesar di wilayah tersebut sejak berlangsungnya Perang Yom Kippur.

Seorang analis militer yang dikutip oleh Channel 14 Israel menggambarkan serangan ini sebagai yang "paling signifikan" sejak minggu kedua perang berkecamuk.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung