Repelita [Makkah] - Otoritas penyelenggara ibadah haji Indonesia memperluas radius penyisiran guna melacak keberadaan seorang jemaah asal tanah air yang dilaporkan hilang misterius di tengah kawasan suci umat Islam.
Langkah taktis penelusuran ini berpusat pada peninjauan fasilitas akomodasi perhotelan, pelacakan rute darat utama, hingga pemeriksaan berkala ke sejumlah pusat layanan medis darurat di sekitar kota.
ADVERTISEMENT
Penanggung jawab pusat data dan informasi haji di Arab Saudi mengonfirmasi bahwa penanganan kasus hilangnya jemaah ini menjadi prioritas utama penegak hukum dan petugas lapangan.
Upaya intensif pelacakan korban dipastikan berjalan tanpa henti melalui komitmen resmi “Kami memastikan proses pencarian dilakukan secara serius, menyeluruh dan terus berlanjut hingga saat ini,” kepada awak media.
Identitas jemaah yang kini tengah dicari secara masif tersebut diketahui bernama Muhammad Firdaus Ahlan, anggota rombongan pertama kelompok bimbingan ibadah haji asal embarkasi Jakarta.
Guna mengoptimalkan gerak di lapangan, satuan tugas pelindungan diperkuat dengan mendatangkan personel tambahan dari wilayah Madinah demi menyisir kompleks suci Masjidil Haram secara mendetail.
Hubungan diplomatik dan koordinasi teknis juga telah dibangun secara resmi bersama jajaran kepolisian siber dan aparat keamanan domestik kerajaan Arab Saudi guna memantau pergerakan korban.
Di lokasi terpisah, tim konselor keagamaan terus memberikan pendampingan psikologis serta penguatan spiritual bagi pihak keluarga yang saat ini masih berada di kota suci.
Berdasarkan draf peninjauan rekaman digital pengawas, korban terakhir kali terpantau melangkah keluar dari lobi penginapan pada hari Jumat pertengahan Mei sekitar pukul sembilan pagi waktu setempat.
Saat itu korban hanya mengenakan busana muslim berwarna putih polos dipadu kain sarung gelap, serta hanya menyertakan gelang identitas haji tanpa membawa alat komunikasi.
Situasi lobi pemondokan pada menit-menit hilangnya korban dilaporkan dalam kondisi lengang karena sebagian besar rombongan jemaah pria sudah bergeser menuju tempat ibadah untuk menunaikan salat wajib.
Masyarakat dan sesama jemaah diimbau untuk selalu mendampingi rekan satu rombongan saat beraktivitas di luar ruang, serta segera mengontak posko terdekat jika melihat visual korban.
Pihak panitia juga meminta publik di tanah air untuk bijak dalam menyaring informasi daring demi menghindari kesimpangsiuran berita serta mencegah penyebaran kabar bohong yang meresahkan keluarga.
Pembaruan data mengenai hasil penyisiran berkala di wilayah hukum Makkah akan terus disampaikan secara transparan kepada pihak ahli waris dan masyarakat luas hingga yang bersangkutan ditemukan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok