Berita, Timur Tengah

Jebakan Mematikan di Bint Jbeil, Hizbullah Tumbangkan Batalyon Israel

Repelita.net

16 April 2026 19:33 WIB • 846 view

Jebakan Mematikan di Bint Jbeil, Hizbullah Tumbangkan Batalyon Israel
Foto: Istimewa

Repelita Bint Jbeil - Update dari front perlawanan Iran dan sekutunya menunjukkan bahwa Hizbullah berhasil menumbangkan satu batalyon Israel melalui jebakan mematikan di wilayah Bint Jbeil, Lebanon selatan.

Kelompok perlawanan yang didukung Iran ini meledakkan sebuah bangunan yang telah dipasangi bahan peledak setelah berhasil mengecoh puluhan tentara Israel masuk ke dalamnya.

ADVERTISEMENT

Menurut laporan MintPress News pada Rabu (15/4/2026), sebanyak 20 tentara Israel tewas seketika dalam ledakan besar tersebut tanpa ada satu pun yang selamat.

Korban tewas disebut mencakup seorang perwira tinggi militer Israel, meskipun nama spesifiknya belum dirilis secara resmi oleh pihak Israel yang masih menerapkan kebijakan sensor ketat.

Selain korban tewas, pihak perlawanan juga mengonfirmasi bahwa Daniel Ella, komandan Batalyon ke-52 dari Brigada ke-401, mengalami luka parah dalam pertempuran di Lebanon hari ini.

Batalyon yang dipimpin Ella memiliki sejarah kelam karena bertanggung jawab atas pembunuhan bocah Palestina bernama Hind Rajab.

Atas peran unitnya dalam kasus kematian tersebut, kasus terhadap komandan batalyon ini telah diajukan ke Pengadilan Pidana Internasional.

Operasi penyergapan ini dimulai dengan taktik klasik perang gerilya ketika para tentara Israel dikecoh masuk ke dalam sebuah bangunan yang telah dipasangi bahan peledak dalam jumlah besar.

"Para tentara dikecoh masuk ke dalam sebuah bangunan di Bint Jbeil, yang telah dipasangi bahan peledak," demikian kutipan laporan tersebut.

"Seluruh bangunan itu diledakkan tanpa ada yang selamat," tegas laporan tersebut.

Bint Jbeil yang berjarak hanya 5 kilometer dari perbatasan Israel dikenal sebagai Ibu Kota Perlawanan sejak perang 2006.

Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem menegaskan bahwa kelompoknya tidak akan menyerah dan akan bertahan dalam pertempuran.

Insiden ini terjadi di tengah gencatan senjata rapuh antara Iran dan AS yang dirusak oleh serangan Israel di Lebanon.

Serangan Israel di hari pertama gencatan senjata saja telah menewaskan lebih dari 254 orang di Lebanon.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung