Berita, Timur Tengah

Israel Langgar Gencatan Senjata, Hizbullah Balas Roket ke Pemukiman Ilegal, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Repelita.net

10 April 2026 18:12 WIB • 1,123 view

Israel Langgar Gencatan Senjata, Hizbullah Balas Roket ke Pemukiman Ilegal, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
Foto: Istimewa

Repelita Beirut - Israel dilaporkan telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan menyerang pemukiman warga Lebanon pada Rabu (8/4/2026) yang menewaskan ratusan nyawa tak berdosa.

Gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon segera menanggapi tindakan agresi rezim Israel dengan meluncurkan rentetan roket ke arah pemukiman ilegal di sisi utara wilayah pendudukan.

ADVERTISEMENT

Gerakan tersebut mengatakan telah menargetkan pemukiman Manara sebagai bentuk pembelaan terhadap Lebanon dan rakyatnya yang menjadi korban serangan.

"Ini sebagai tanggapan atas pelanggaran perjanjian gencatan senjata oleh musuh, dan setelah perlawanan mematuhi gencatan senjata sementara musuh tidak," bunyi keterangan yang dikutip pada Kamis (9/4/2026).

Hizbullah juga menegaskan bahwa aksi balasan tidak akan berhenti sampai di situ dan akan terus berlanjut.

"Tanggapan ini akan berlanjut sampai agresi Israel-Amerika terhadap negara dan rakyat kami berhenti," tegas pernyataan resmi Hizbullah.

Sebelumnya, rezim Israel menargetkan berbagai daerah di seluruh Lebanon termasuk Ibu Kota Beirut yang menewaskan 254 orang.

Korban luka akibat serangan brutal tersebut mencapai 1.150 orang menurut laporan yang beredar.

Israel disebut telah melakukan banyak pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata tahun 2024 dengan Hizbullah.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan persetujuan gencatan senjata selama dua minggu dalam serangan terhadap Iran.

Trump mengatakan proposal 10 poin dari Republik Islam Iran berfungsi sebagai dasar yang dapat diterapkan untuk bernegosiasi.

Proposal tersebut menggarisbawahi perlunya penghentian agresi di seluruh wilayah termasuk di Lebanon.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan tanggapan yang akan menimbulkan penyesalan.

IRGC memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Hizbullah Lebanon adalah serangan terhadap Republik Islam Iran.

Iran juga kembali menutup Selat Hormuz pada Rabu (8/4/2026) sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon.

Langkah ini mengancam keberlangsungan gencatan senjata yang baru saja disepakati dengan Amerika Serikat.

Dampaknya, jalur vital distribusi minyak dunia kembali tersendat dan memicu ketegangan baru di kawasan.

Di sisi lain, Gedung Putih mendesak agar Selat Hormuz segera dibuka serta menegaskan komitmen menjaga proses perdamaian.

Juru Bicara Wakil Presiden AS JD Vance menyebut kesepakatan gencatan senjata dengan Iran rapuh dan berisiko gagal.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menilai rencana perundingan tidak masuk akal karena Washington melanggar tiga dari 10 syarat.

Pelanggaran itu mencakup serangan Israel terhadap Hizbullah yang terus berlanjut meskipun gencatan senjata telah disepakati.

Menurut laporan pada Rabu (8/4/2026), hanya 11 kapal yang berhasil melintasi Selat Hormuz.

Sejumlah kapal besar dilaporkan harus membayar hingga satu dolar AS per barel minyak untuk tetap bisa melewati jalur tersebut.

Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa gencatan senjata bukanlah akhir dari perang.

"Ini bukan akhir dari perang. Seluruh cabang militer harus mengikuti perintah dan menghentikan tembakan, tetapi kewaspadaan tetap yang utama," tegas Khamenei.

"Tangan kami tetap berada di atas pelatuk. Jika musuh melakukan kesalahan sedikit saja, mereka akan menghadapi kekuatan penuh kami," tulis pernyataan resmi IRGC.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung