Berita, Timur Tengah

Israel Klaim Tewaskan Keponakan Naim Qassem, Serangan Beirut Tewaskan Ratusan Warga

Repelita.net

11 April 2026 22:34 WIB • 909 view

Israel Klaim Tewaskan Keponakan Naim Qassem, Serangan Beirut Tewaskan Ratusan Warga
Foto: Istimewa

Repelita Timur Tengah - Ledakan beruntun dilaporkan kembali mengguncang Beirut dan menimbulkan kepulan asap tebal yang menyelimuti sebagian wilayah kota. Situasi tersebut terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon.

Militer Israel mengklaim telah menewaskan seorang tokoh penting dalam struktur internal Hizbullah bernama Ali Yusuf Harshi. Sosok tersebut disebut merupakan sekretaris pribadi sekaligus keponakan dari Naim Qassem yang saat ini memimpin kelompok tersebut.

ADVERTISEMENT

Dalam pernyataannya, Israel menyebut Harshi tewas dalam serangan udara besar yang menghantam Beirut pada Rabu. Operasi tersebut juga diklaim menyasar sekitar 100 target yang terdiri dari pusat komando, gudang senjata, hingga fasilitas operasional.

Namun klaim tersebut belum dapat dikonfirmasi secara independen oleh otoritas Lebanon. Di tengah kondisi pascaserangan, data korban masih terus bergerak dan belum sepenuhnya terverifikasi.

Pejabat kesehatan Lebanon melaporkan lebih dari 250 orang tewas dalam rangkaian serangan tersebut. Angka itu menggambarkan besarnya dampak yang ditimbulkan dari eskalasi militer yang terjadi di ibu kota Lebanon.

Naim Qassem sendiri diketahui memimpin Hizbullah setelah tewasnya Hassan Nasrallah pada September 2024. Perubahan kepemimpinan tersebut kini kembali diikuti dengan serangan yang menyasar lingkar terdekatnya.

Situasi di Beirut semakin memburuk dengan suara sirene dan kepanikan warga yang berupaya menyelamatkan diri. Sejumlah bangunan dilaporkan runtuh dan jaringan listrik mengalami gangguan di berbagai titik.

Serangan yang menargetkan figur internal seperti Harshi dinilai menunjukkan perubahan pola operasi militer. Sasaran tidak lagi hanya fasilitas militer, tetapi juga individu dalam struktur organisasi.

Kondisi tersebut memperlihatkan eskalasi konflik yang semakin dalam dan tidak hanya terbatas pada medan tempur terbuka. Jaringan internal dan pusat komando kini menjadi bagian dari target serangan.

Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai perkembangan terbaru di lapangan. Namun situasi di Beirut masih berada dalam kondisi tidak stabil dengan risiko eskalasi lanjutan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung