Berita, Nasional

Israel Hancurkan Jembatan di Lebanon Timur dan Serang Pinggiran Beirut, Target Infrastruktur Hizbullah

Repelita.net

04 April 2026 21:29 WIB • 810 view

Israel Hancurkan Jembatan di Lebanon Timur dan Serang Pinggiran Beirut, Target Infrastruktur Hizbullah
Foto: Istimewa

Repelita Beirut - Militer Israel pada Sabtu, 4 April 2026, menyatakan telah memulai serangan terhadap apa yang mereka sebut sebagai infrastruktur milik Hizbullah di wilayah Beirut, setelah sebelumnya menghancurkan sebuah jembatan di Lebanon bagian timur untuk menghambat pergerakan bala bantuan kelompok yang didukung Iran tersebut.

Seorang jurnalis AFP melaporkan mendengar dua ledakan keras di ibu kota Lebanon dalam rentang waktu sekitar 30 menit pada Sabtu dini hari, dengan asap tebal terlihat membubung dari salah satu titik lokasi ledakan.

ADVERTISEMENT

Media-media lokal melaporkan sedikitnya dua serangan menghantam wilayah pinggiran selatan Beirut, sebuah kawasan yang dalam beberapa hari terakhir kembali menjadi sasaran militer Israel seiring berlanjutnya invasi darat di Lebanon selatan.

Lebanon sendiri masuk lebih jauh ke dalam pusaran perang kawasan pada 2 Maret, ketika Hizbullah menembakkan roket ke Israel sebagai balasan atas serangan AS-Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Pada Jumat, Pasukan Sementara PBB di Lebanon atau UNIFIL menyatakan bahwa sebuah ledakan di salah satu posnya di wilayah selatan dekat perbatasan telah melukai tiga personel penjaga perdamaian, menjadikan ini insiden ketiga yang serupa dalam beberapa hari terakhir.

Sebelumnya, militer Israel telah memperingatkan akan menargetkan dua jembatan yang berdampingan di atas Sungai Litani di kawasan tersebut untuk mencegah transfer bala bantuan dan peralatan militer dari pihak lawan.

Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan bahwa pesawat tempur Israel menargetkan jembatan yang menghubungkan Sohmor dengan Mashghara, yang mengakibatkan jembatan tersebut hancur total.

Serangan di wilayah Sohmor berlanjut hingga Sabtu dini hari, dimana NNA melaporkan pusat kota itu dua kali dihantam ketika pesawat-pesawat tempur masih terdengar melintas di udara.

Sebelumnya, Israel juga telah menyerang lima jembatan lain di atas Sungai Litani di wilayah selatan Lebanon, termasuk sebagian besar jalur utama yang melintasi sungai strategis tersebut.

Sungai Litani berada sekitar 30 kilometer di utara perbatasan Israel, sebuah wilayah yang menurut Israel ingin tetap berada dalam kontrol keamanan mereka.

Masih di Sohmor, dua orang dilaporkan tewas dan 15 lainnya terluka akibat serangan Israel yang menghantam saat para jemaah sedang meninggalkan masjid kota setelah melaksanakan salat Jumat.

Otoritas Lebanon menyebutkan bahwa lebih dari 1.300 orang telah tewas dalam satu bulan terakhir akibat permusuhan yang terus meningkat antara kedua belah pihak.

Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, mengatakan bahwa ledakan di dalam salah satu posisi PBB yang melukai tiga penjaga perdamaian tersebut masih belum dapat dipastikan sumbernya.

Di sisi lain, militer Israel menuduh Hizbullah sebagai pihak yang meluncurkan roket yang menghantam pos PBB tersebut.

Pada Minggu sebelumnya, seorang penjaga perdamaian asal Indonesia tewas setelah sebuah proyektil meledak di posisi UNIFIL, dan sehari kemudian ledakan lain kembali menewaskan dua personel Indonesia lainnya.

Menurut data PBB, sebanyak 97 anggota pasukan penjaga perdamaian telah tewas dalam berbagai kekerasan sejak UNIFIL pertama kali dibentuk untuk memantau penarikan pasukan Israel setelah invasi ke Lebanon pada tahun 1978.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung