Berita, Timur Tengah

Israel Gelar Festival LGBTQ+ Terbesar di Tengah Konflik AS Vs Iran, Digelar 4 Hari di Laut Mati

Repelita.net

23 April 2026 19:55 WIB • 1,801 view

Israel Gelar Festival LGBTQ+ Terbesar di Tengah Konflik AS Vs Iran, Digelar 4 Hari di Laut Mati
Foto: Istimewa

Repelita Laut Mati - Di tengah santernya pemberitaan tentang memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran, Israel mendadak menjadi sorotan dunia.

Negara tersebut dikabarkan bakal menggelar festival LGBTQ+ terbesar yang pernah ada di kawasan Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

Festival yang digadang-gadang sebagai yang terbesar di Timur Tengah itu bertajuk Pride Land dan akan berlangsung di kawasan Laut Mati.

Berdasarkan laporan AFP, acara tersebut dijadwalkan berlangsung selama empat hari mulai tanggal 1 hingga 4 Juli 2026 di Ein Bokek.

Dalam materi promosinya, penyelenggara menyebut bahwa festival LGBTQ+ ini merupakan yang terbesar dan paling spektakuler yang pernah ada di Timur Tengah.

Penyelenggara juga menggambarkan Pride Land sebagai festival destinasi atau destination festival, bukan sekadar parade biasa.

Rangkaian program acara mencakup berbagai pertunjukan musik, pesta pantai, pameran seni, hingga perayaan budaya queer yang dikemas dalam berbagai aktivitas.

Dalam unggahan akun resmi Israel di platform X, festival ini akan menghadirkan "empat hari perayaan tanpa henti, komunitas, dan koneksi" bagi para peserta.

Sementara itu, media lokal Jerusalem Post juga menggambarkan Pride Land sebagai acara terbesar dalam sejarah kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan situs resmi festival, panitia menawarkan berbagai paket wisata yang mencakup akomodasi hotel dan tiket terusan berupa gelang akses penuh.

Salah satu pusat kegiatan utama festival adalah ruang acara bernama DOME X yang akan menjadi lokasi berbagai pertunjukan hiburan.

Selain rangkaian hiburan utama untuk dewasa, penyelenggara juga menyiapkan area khusus yang ramah keluarga dan anak-anak.

Langkah ini menunjukkan upaya panitia untuk memperluas segmentasi pengunjung di luar komunitas LGBTQ+ yang menjadi target utama.

Festival Pride Land digelar di tengah dinamika regulasi hak-hak komunitas LGBTQ+ di Israel yang masih memiliki sejumlah kejanggalan.

Pernikahan sesama jenis tidak dapat dilangsungkan di dalam negeri karena sistem pernikahan berada sepenuhnya di bawah otoritas keagamaan yang konservatif.

Namun negara tersebut mengakui secara hukum pernikahan sesama jenis yang dilakukan oleh warganya di luar negeri.

Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan bahwa pasangan sesama jenis juga telah diakui oleh pengadilan dalam berbagai aspek kehidupan.

Aspek tersebut antara lain meliputi hak adopsi anak, hak waris, dan hak-hak keluarga lainnya yang diatur oleh undang-undang.

"Pengakuan ini menjadikan Israel salah satu yurisdiksi yang relatif lebih permisif bagi komunitas LGBTQ+ di kawasan," demikian keterangan resmi kementerian.

Meskipun demikian, klaim sebagai festival LGBTQ+ "terbesar" di Timur Tengah dinilai oleh sebagian kalangan lebih sebagai strategi promosi pariwisata.

Sebelumnya, Israel juga gencar memasarkan acara Tel Aviv Pride sebagai salah satu agenda LGBTQ+ terbesar di Timur Tengah.

Namun agenda tahunan Tel Aviv Pride tersebut sempat dibatalkan pada tahun 2024 akibat pecahnya perang di Jalur Gaza.

Acara serupa kembali tidak digelar pada tahun 2025 saat konflik dengan Iran meningkat dan memicu kekhawatiran keamanan regional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung